PURWAKARTA ONLINE - Menurut dr. Jonahes Casay Chandrawinata, seorang dokter spesialis gizi di RS Melinda Bandung, tubuh akan terasa lebih segar dan sehat ketika asupan gula berkurang. "Tubuh akan terasa lebih segar dan sehat karena asupan gula dari minuman manis ini berkurang," ujar Johanes.
Namun, pada fase awal berhenti konsumsi, tubuh mungkin akan terasa lemas dan kurang berenergi. Hal ini disebabkan oleh penurunan asupan gula yang digunakan tubuh sebagai sumber energi. Meskipun demikian, dr. Johanes menegaskan bahwa rasa lemas tersebut bukan berarti tubuh mengalami kekurangan gula darah. "Bukan berarti orang tersebut kekurangan gula darah, karena tubuh yang sehat menjaga ketat kadar gula darah dalam batas normal," jelasnya.
Penyesuaian tubuh terhadap perubahan ini biasanya akan mulai terasa sekitar 7-10 hari setelah berhenti mengonsumsi minuman manis. Pada tahap ini, tubuh akan mulai terbiasa dan justru merasa lebih bugar.
Baca Juga: 9 Manfaat Kesehatan Buah Sawo yang Tidak Banyak Diketahui, Simak Ini!
Manfaat Lain dari Berhenti Konsumsi Minuman Manis
Selain meningkatkan kebugaran, berhenti mengonsumsi minuman manis juga dapat menurunkan kadar trigliserida dalam darah. Kadar trigliserida yang tinggi diketahui dapat memicu berbagai masalah kardiovaskular seperti stroke dan serangan jantung. Oleh karena itu, membatasi konsumsi minuman manis dapat menjadi langkah penting untuk menjaga kesehatan jantung dan mencegah berbagai penyakit serius.
Memang tidak mudah untuk berhenti mengonsumsi minuman manis, terutama jika sudah menjadi kebiasaan sehari-hari. Namun, dengan tekad dan kesabaran, tubuh akan mulai merasakan manfaatnya. Selain meningkatkan kebugaran, berhenti minuman manis juga dapat mengurangi risiko penyakit serius seperti diabetes tipe-2 dan masalah kardiovaskular. Mari kita mulai menjaga kesehatan dengan mengurangi asupan gula dan memilih minuman yang lebih sehat.***