Tahun 1706 Kopi Indonesia Diteliti di Amsterdam, Sejak Itulah Java Coffee Menjangkiti Dunia!

photo author
Enjang Sugianto, Purwakarta Online
- Sabtu, 25 Januari 2025 | 17:00 WIB
Seorang wanita pemetik kopi jawa, sekitar tahun 1910. Sejarah awal kopi Indonesia yang dimulai dari bantaran Ciliwung hingga menjadi primadona di Eropa pada abad ke-18. (KITLV/1402882/Kleingrothe, C.J./Medan)
Seorang wanita pemetik kopi jawa, sekitar tahun 1910. Sejarah awal kopi Indonesia yang dimulai dari bantaran Ciliwung hingga menjadi primadona di Eropa pada abad ke-18. (KITLV/1402882/Kleingrothe, C.J./Medan)

Kopi ini mengalahkan dominasi kopi Mocha dari Yaman.

Sejak saat itu, kopi asal Jawa dikenal dengan nama Java coffee, menjadi simbol kualitas tinggi di pasar internasional.

Baca Juga: Konflik ASMARA GEN Z Episode 54: Ketegangan Fattah, Sandy, dan Aqeela

Penyebaran ke Dunia

Selain Eropa, Belanda juga membawa benih kopi Jawa ke Suriname dan Amerika Latin.

Kopi ini menjadi cikal bakal beberapa varietas terkenal, seperti Geisha di Panama.

Namun, perjalanan kopi Indonesia tidak selalu mulus.

Pada akhir abad ke-19, perkebunan kopi di Indonesia dihantam hama yang menghancurkan sebagian besar produksi.

Dari Masa Kolonial ke Petani Kecil

Setelah Perang Dunia II dan kemerdekaan Indonesia, perkebunan kopi yang dulu dikuasai Belanda diambil alih oleh petani kecil.

Saat ini, 92% produksi kopi nasional berasal dari petani lokal.

Namun, ironisnya, sebagian besar kopi terbaik Indonesia diekspor, sementara masyarakat lokal hanya mengonsumsi kopi kelas dua.

Baca Juga: Fenomena Viral Baby Putie: Fakta, Kontroversi, dan Etika Media Sosial

Sejarah kopi Indonesia adalah cerita tentang perjuangan, inovasi, dan adaptasi.

Dari bantaran Ciliwung hingga mendunia sebagai Java coffee, kopi Indonesia telah menjadi bagian penting dari sejarah perdagangan global.***

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Enjang Sugianto

Sumber: Wikipedia, Jurnal Ilmiah

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X