Penyebaran jamur dapat terjadi melalui angin, air hujan, serta kontak dengan tangan manusia dan serangga.
Spora jamur ini dapat bertahan dalam tanah atau sisa tanaman yang terinfeksi, membuat tanaman cabai rentan di musim berikutnya.
Baca Juga: Heboh! Jadi Sorotan Publik, Nonton Drakor When The Phone Rings Episode 3-4
Upaya Pengendalian Pathek
Pengendalian antraknosa pada cabai dapat dilakukan dengan dua cara: preventif (pencegahan) dan kuratif (penanganan setelah serangan).
Pencegahan dapat dilakukan dengan menjaga kebersihan kebun dan menggunakan fungisida secara rutin.
Jika serangan sudah terjadi, pengendalian kuratif seperti pemangkasan bagian yang terinfeksi dan aplikasi fungisida bisa membantu mengurangi dampak kerusakan.
Baca Juga: Tiket Laga PERSIB vs Zhejiang FC Sudah Dijual di PERSIB App
Pathek atau antraknosa pada cabai dapat menyebabkan kerugian yang signifikan.
Oleh karena itu, pengendalian sejak dini sangat penting untuk mencegah penyebaran jamur Colletotrichum yang merusak tanaman.
Dengan upaya preventif dan pengendalian yang tepat, petani dapat mengurangi risiko kerugian panen yang disebabkan oleh penyakit ini.***