PURWAKARTA ONLINE - Pathek, atau yang dikenal dengan antraknosa, adalah penyakit yang sering menyerang tanaman cabai.
Penyakit ini disebabkan oleh infeksi jamur Colletotrichum sp. yang merusak bagian buah cabai.
Meskipun mirip dengan penyakit kudis pada manusia, pathek pada cabai bukan disebabkan oleh bakteri, melainkan oleh jamur.
Penyebab Antraknosa pada Cabai
Pathek disebabkan oleh beberapa spesies Colletotrichum seperti Colletotrichum acutatum, Colletotrichum capsici, dan Colletotrichum gloeosporioides.
Jamur ini tidak hanya menyerang cabai, tetapi juga tanaman lain seperti tomat, terong, dan melon.
Serangan jamur ini dapat menyebabkan kerugian hasil panen hingga 65%.
Baca Juga: IDI Enarotali, Terobosan Layanan Kesehatan di Papua Tengah
Gejala Serangan Antraknosa
Gejala awal serangan antraknosa pada cabai ditandai dengan munculnya bintik hitam kecil di kulit buah.
Seiring waktu, bintik-bintik tersebut akan meluas, menyebabkan buah cabai mengkerut, kering, dan membusuk.
Infeksi dimulai dari konidia jamur yang berkecambah di permukaan buah dan berkembang menjadi hifa yang merusak jaringan buah cabai.
Penyebaran dan Infeksi
Antraknosa pada cabai dapat menyerang tidak hanya buah, tetapi juga batang, tangkai, dan percabangan.