"Kita harus solid agar produksi padi dan hortikultura meningkat," ujarnya.
Sementara itu, Sentot Rela Pambudi, Kepala Seksi Penyuluhan Dispangtan, memastikan bahwa Mimbar Sarasehan KTNA Jabar 2025 tetap akan dilaksanakan di Purwakarta, meskipun HKP diundur.
Sri Jaya Midan: Produksi Pangan Harus Jadi Prioritas!
Dalam pidatonya, Sri Jaya Midan menyatakan bahwa Dispangtan Purwakarta berkomitmen penuh pada ketahanan pangan.
- Target produksi padi Purwakarta 2025: 84.000 ton.
- 5.000 ton gabah telah diserap Bulog, rekor tertinggi sepanjang sejarah.
- Benih bantuan telah disalurkan ke 13 kecamatan.
"Kita harus fokus pada petani. Jangan ada tumpang-tindih tugas, misalnya petani yang juga marbot masjid. Pilih salah satu!" tegasnya.
Baca Juga: Tekiro Mechanic Competition 2025, Ajang Unjuk Gigi Siswa SMK Otomotif
Penyuluh Diminta Lebih Aktif di Lapangan
Rusman, SP, Koordinator Penyuluh Purwakarta, mengusulkan agar pertemuan KTNA digilir di semua kecamatan untuk memperkuat sinergi.
Sementara Nanan Sunandar, SH, mengingatkan pentingnya memantau kondisi petani secara langsung.
Kebijakan efisiensi pemerintah tidak mengurangi semangat petani dan Dispangtan Purwakarta.
"Dengan efisiensi ini, kita bisa lebih fokus pada ketahanan pangan," pungkas Sri Jaya Midan.***