Menurut ketua kelompok tani Barong Mulya, Enjang Sugianto, usaha beternak domba dipilih karena alasan berikut:
- Pasar stabil: Permintaan daging dan kulit domba tetap tinggi.
- Biaya rendah: Pakan berupa rumput dan limbah hijauan.
- Reproduksi cepat: Menguntungkan dalam jangka pendek.
- Fleksibel: Domba dapat dipelihara di berbagai kondisi geografis.
Dampak Positif
Peternakan domba memberikan manfaat nyata, antara lain:
- Penciptaan lapangan kerja bagi masyarakat lokal.
- Peningkatan pendapatan dan kesejahteraan rumah tangga.
- Diversifikasi pangan melalui penyediaan daging dan susu.
- Pemanfaatan limbah sebagai pupuk organik.
- Peningkatan infrastruktur lokal melalui hasil usaha ternak.
- Pelestarian budaya lokal yang terikat pada tradisi beternak.
- Penguatan jaringan sosial melalui kolaborasi dalam kelompok tani.
Dampak Negatif
Artikel Terkait
Sinergi Pertanian Terpadu dan Peternakan Sapi: Jalan Menuju Keberlanjutan Pangan di Indonesia
Pertanian Organik sebagai Solusi Berkelanjutan di Palestina: Integrasi Sistem Pertanian dan Peternakan
Implementasi Indikator SDGs 2.4.1 dalam Praktik Pertanian Terpadu di Indonesia