Ia pun membandingkan dengan program 'Tatanen di Bale Atikan' dari Dinas Pendidikan, yang mengajarkan anak-anak sekolah untuk bersentuhan dengan pertanian sejak dini.
“Saya kalah dengan dinas pendidikan,” candanya, disambut tawa peserta rembug.
Baca Juga: Pi Network Tunda Peluncuran Mainnet ke 2025, Apa Penyebabnya?
Pupuk Bersubsidi dan Efisiensi Distribusi
Ketua KTNA Jabar, Otong Wiranta, dalam sambutannya mengulas Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 6 Tahun 2025 tentang Tata Kelola Pupuk Bersubsidi.
Menurutnya, Perpres ini membuka peluang bagi Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) untuk menjadi pengecer pupuk bersubsidi, asalkan memenuhi syarat seperti memiliki modal, NIB, dan kemauan.
“Perpres ini tidak menghapus keberadaan kios pengecer, tetapi merampingkan rantai distribusi untuk efisiensi dan efektivitas penyaluran pupuk bersubsidi,” jelas Otong.
Ia juga menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah provinsi dan kabupaten dalam mendukung program ketahanan pangan.
HKP Purwakarta, Fokus pada Wilayah Pertanian
Ujang Alim Adisaputra, yang juga menjabat sebagai Ketua KTNA Purwakarta, menyampaikan bahwa awalnya Hari Krida Pertanian (HKP) akan digelar di sekitar Pemda Purwakarta.
Namun, Bupati terpilih Purwakarta, Saepul Bahri Binzein, mengkritisi hal tersebut.
“Bupati menyarankan agar acara pertanian jangan di wilayah kota, tapi di wilayah pertanian dan pedesaan,” ujar Ujang.
Sri Jaya Midan menambahkan, Purwakarta memiliki lahan pertanian yang relatif kecil, seluas lahan perhutani.