"Sekarang saya bertanya, di mana situ yang ada ikannya? Tidak ada!" kata Dedi.
Ia juga menyoroti fenomena politisasi situ menjelang Pilkada, "Jika Pilkada, situ diisi ikan lalu dipancing. Itu kan seperti orang gila!"
Konsep Karuhun: Solusi untuk Ekologi dan Pertanian
Dedi menekankan pentingnya memegang teguh konsep "Kitab Karuhun," yakni cara berpikir ilmiah yang menjaga keseimbangan ekologi.
Baca Juga: Zahra Seafood Bakaran dan Fenomena Video Viral 6 Menit 40 Detik di TikTok
"Gunung harus ditanami bambu, di daerah cekungan harus ada embung, dataran rendah harus ada sawah," katanya.
Ia menyatakan, jika hutan rusak dan mata air tidak dijaga, maka pertanian pun tidak akan maju.
"Penambangan di hulu mata air harus dihentikan dan ditertibkan."
Dedi juga mengingatkan bahwa leluhur kita sudah memiliki sistem irigasi yang efektif dan ramah lingkungan.
Sistem ini, menurutnya, telah terbukti menjaga keseimbangan ekosistem dan budaya lokal.
Baca Juga: Biodata, Profil dan Medsos Habib Rifky Alaydrus
"Infrastruktur irigasi primer, sekunder, maupun tersier harus terintegrasi," tegasnya.
Kritik Terhadap Pola Pembangunan Pertanian
Dalam pertemuan tersebut, Dedi juga melontarkan kritik tajam terhadap pola pembangunan pertanian saat ini.
Menurutnya, terlalu banyak diskusi yang tidak produktif.