PurwakartaOnline.com - Sekretaris Lembaga Pengembangan Pertanian Nahdlatul Ulama (LPPNU) Kabupaten Purwakarta, Enjang Sugianto, menekankan pentingnya mendukung semangat dan kerja keras pemuda tani dalam mencapai ketahanan pangan.
Menurutnya, program ketahanan pangan tidak akan efektif jika hanya sekadar retorika tanpa tindakan nyata yang melibatkan generasi muda.
"Bicara ketahanan pangan adalah bicara masa depan, berkelanjutan. Mana bisa dilakukan oleh satu generasi, satu periode pemerintahan," kata Enjang.
Ia menambahkan bahwa ketahanan pangan bukan hanya tentang benih tanaman, tetapi juga tentang "benih" petani yang harus dirawat dengan baik.
Inisiatif Pemuda Desa Pusakamulya
Di Desa Pusakamulya, sekelompok pemuda tani yang dipimpin oleh Iyep Mughni Muta'ali alias Deip, seorang kader Ikatan Sarjana Nahdlatul Ulama (ISNU) Kecamatan Kiarapedes, memulai inisiatif pertanian dari obrolan sederhana di warung kopi W_CINTA (Warung Cikupa Ngota).
Deip menyampaikan bahwa semangat dan keinginan kuat mereka didorong oleh kondisi lingkungan generasi muda yang semakin menjauh dari pertanian.
"Modal semangat dan keinginan yang kuat melihat dari lingkungan generasi muda yang sudah tidak melirik terhadap pertanian," ujar Deip.
Ia berharap dengan bukti nyata dari usaha mereka, pemuda-pemudi di sekitarnya akan tertarik kembali pada bidang pertanian.
Deip juga menekankan pentingnya memanfaatkan lahan kurang produktif untuk meningkatkan nilai ekonomi dan mencukupi kebutuhan hidup tanpa harus bergantung pada pekerjaan di pabrik.
Baca Juga: Persib Bandung Resmi Gaet Bek Brasil, Gustavo Moreno de Franca, untuk Liga 1 2024/2025
Upaya Pemuda Tani RW 003 Dusun Legokbarong
Para pemuda tani di RW 003 Dusun Legokbarong, Desa Pusakamulya, seperti Rizal, Angga, Aldi, dan Deip, sedang mengolah lahan seluas sekitar 1.500 meter persegi untuk ditanami cabai keriting dan tomat.