Saat hendak masuk, Salbiah melihat jejak darah di dekat pintu dapur.
"Kayak bekas kaki habis menginjak darah. Saya langsung mundur," ujarnya.
Tiga Bulan Teror Ancaman Pembunuhan
Ayah korban, Sukarno (65), mengungkap bahwa putrinya sudah tiga bulan terakhir diteror oleh seseorang.
Ancaman datang bertubi-tubi melalui WhatsApp.
"Rumah pernah dilempari cat. Pelaku ancaman juga pernah masuk ke rumah, tapi kabur saat dipergoki pembantu," jelasnya.
Baca Juga: Kronologi Dugaan Pembunuhan Dea Permata Karisma di Purwakarta
Ibu korban, Yuli Ismawati (55), menambahkan bahwa ancaman itu berkaitan dengan permintaan agar Dea menjauhi seseorang.
"Katanya disuruh jauhin orang yang dulu pernah dia tolong masuk kerja di PJT II. Padahal cuma sebatas teman," tutur Yuli.
Kedua orang tuanya mengaku sudah menyarankan Dea melapor ke polisi dan memasang CCTV.
"Sudah lapor ke Babinsa dan Polsek Jatiluhur, tapi tak ada yang datang," ujar Yuli.
Baca Juga: RRQ Hoshi Umumkan Roster MPL ID Season 16, Datangkan Dua Pemain Baru dari MDL
Sosok Ramah dan Peduli
Menurut adiknya, Rafi Karisma, Dea adalah pribadi yang perhatian kepada keluarga.
Artikel Terkait
Keterangan Ibu Korban Ungkap Ancaman Sebelum Dea Permata Karisma Tewas di Purwakarta
Kronologi Lengkap Dea Permata Karisma Tewas Bersimbah Darah di Purwakarta, Diduga Dibunuh!
Tragis! Lapor Polisi dan Babinsa Tapi Tak Ada yang Datang, Akhirnya Dea Permata Karisma Tewas di Purwakarta
Sebelum Tewas di Purwakarta Dea Permata Diancam Dibunuh, Ibu Korban: Lapor ke Babinsa dan Polsek Jatiluhur, Tapi Tak Ada yang Datang!
Ada Pelaku Teror dan Ancaman Pembunuhan Sebelum Dea Permata Karisma Tewas di Purwakarta
Pembunuhan Sadis di Purwakarta: Dea Permata Karisma Tewas Bersimbah Darah di Rumahnya
Kronologi Mencekam di Purwakarta Sosok Dea Permata Karisma Ditemukan Tewas Bersimbah Darah di Jatiluhur
Jadi Korban Pembunuhan di Purwakarta Tengok Sosok Dea Permata Karisma
Warga Jatimekar Geger! Dugaan Pembunuhan Dea Permata Karisma Guncang Purwakarta
Kronologi Dugaan Pembunuhan Dea Permata Karisma di Purwakarta