Berbeda dari citra negatif KKN yang kerap viral di media sosial karena mahasiswa dianggap kurang berkontribusi atau bersikap eksklusif, para mahasiswa ini justru membaur, bekerja keras, dan diterima hangat.
Baca Juga: Perkuat Pendanaan Jangka Panjang, BRI (BBRI) Genjot CASA dan Digitalisasi Demi Likuiditas Stabil
Gotong royong memperbaiki jalan, partisipasi di kampung wisata, hingga diskusi kegiatan desa menjadi bukti nyata dedikasi mereka.
Kepala Dusun Legokbarong, Dadan Herliana, serta para Ketua RW dan RT setempat, turut mengapresiasi kontribusi mahasiswa yang dinilai membawa semangat baru bagi warga.
Kampung Wisata Parakanceuri sendiri dikenal dengan keindahan alamnya, kehidupan kampung yang ramah, asri, dan berbasis pertanian tradisional yang unik. Para mahasiswa KKN membantu memperkenalkan kekayaan budaya dan alam desa ini ke khalayak luas.
Kegiatan KKN semacam ini, jika dikelola dengan baik, mampu menjadi jembatan erat antara dunia akademik dan masyarakat, membangun karakter mahasiswa sekaligus memperkuat semangat gotong royong dan cinta lingkungan.***
Artikel Terkait
Warga Legokbarong Gotong Royong Perbaiki Dampak Longsor Demi Cegah Banjir dan Kerusakan Jalan
Mahasiswa KKN STAI Al-Badar Cipulus Gotong Royong Atasi Dampak Longsor di Desa Pusakamulya
Perkuat Pendanaan Jangka Panjang, BRI (BBRI) Genjot CASA dan Digitalisasi Demi Likuiditas Stabil
Viral! Belasan 'Pocong' Meneror Pengendara di Lembang
Selepas Tahlil, Lebih dari Sekadar Film Horor!
Ternyata Indah dan Nyaman Ya Macet di Bandung
Haul Akbar Mbah Dalem Kabawi di Desa Sukamanah Bersama KKN STAI Al Badar Cipulus
Skandal Subsidi Pemerintah! Chery dan BYD Diduga Klaim Ilegal Kendaraan Ramah Lingkungan
Menegangkan dan Mencekam! Horor Selepas Tahlil Jadi Plot Twist
Berbeda Dari Horor Konvensional! Film Selepas Tahlil Warisan Mencekam dan Teror Keluarga Sendiri