Kasus DBD di Purwakarta Awal 2025: 55 Orang Terinfeksi, 1 Meninggal

photo author
Enjang Sugianto, Purwakarta Online
- Selasa, 4 Februari 2025 | 17:50 WIB
Ilustrasi DBD. Dinas Kesehatan Purwakarta mencatat 55 kasus DBD hingga akhir Januari 2025, dengan satu korban meninggal. Warga diminta waspada karena musim hujan meningkatkan risiko penyebaran nyamuk. (Istimewa)
Ilustrasi DBD. Dinas Kesehatan Purwakarta mencatat 55 kasus DBD hingga akhir Januari 2025, dengan satu korban meninggal. Warga diminta waspada karena musim hujan meningkatkan risiko penyebaran nyamuk. (Istimewa)

PURWAKARTA ONLINE – Penyebaran Demam Berdarah Dengue (DBD) di Kabupaten Purwakarta kembali menjadi perhatian.

Hingga 31 Januari 2025, Dinas Kesehatan mencatat 55 kasus DBD, dengan satu korban meninggal dunia.

Kepala Dinas Kesehatan Purwakarta, Deni Darmawan, menyebut angka ini lebih rendah dibandingkan Januari 2024 yang mencapai 236 kasus.

Meski begitu, masyarakat diminta tetap waspada karena tren kasus bisa meningkat seiring berlanjutnya musim hujan.

Baca Juga: Warga Purwakarta Kesulitan Gas Elpiji 3 Kg, Pangkalan Juga Kosong

"Di awal tahun ini, jumlah kasus memang lebih rendah dibandingkan tahun lalu, namun tetap ada korban jiwa. Sebagian besar pasien DBD adalah anak-anak," ujar Deni, Selasa (4/2/2025).

Tahun lalu, Purwakarta mencatat total 1.088 kasus DBD dengan 14 kematian, jauh lebih tinggi dibandingkan tahun 2023 yang hanya 424 kasus.

Musim hujan mempercepat perkembangbiakan nyamuk Aedes aegypti, penyebar virus dengue.

Oleh karena itu, masyarakat diimbau untuk menerapkan pola hidup bersih dan melakukan pencegahan.

Baca Juga: Cara Cek Lokasi Pangkalan LPG 3 Kg Terdekat Secara Online

"Waktu rawan gigitan nyamuk terjadi pada pukul 9-10 pagi dan 4-5 sore. Masyarakat harus lebih waspada," tambahnya.

Dinas Kesehatan juga terus mengedukasi warga tentang pencegahan melalui perilaku 3M+, yaitu menguras bak mandi, membersihkan saluran air, mengubur barang bekas, serta menggunakan lotion anti-nyamuk.

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinkes Purwakarta, Eva Lystia Dewi, mengingatkan pentingnya menjaga kebersihan lingkungan agar tidak menjadi tempat berkembangbiaknya nyamuk.***

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Enjang Sugianto

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X