Kerja hibrida populer 2023, perusahaan perlu tingkatkan keamanan siber!

photo author
Tim Purwakarta Online 01, Purwakarta Online
- Rabu, 28 Desember 2022 | 18:00 WIB
Ilustrasi Kerja Hibrida atau “hybrid working”.  (Foto: LinkedIn Sales Solutions dari Unsplash)
Ilustrasi Kerja Hibrida atau “hybrid working”. (Foto: LinkedIn Sales Solutions dari Unsplash)

 


PURWAKARTA ONLINE, Jakarta - Bekerja secara hibrida diramalkan tetap populer pada 2023, hal itu membuat perusahaan perlu meningkatkan keamanan siber baik di tingkat perusahaan maupun karyawan.

"Tantangan utama perusahaan dalam remote working atau bekerja jarak jauh adalah pemahaman karyawan mengenai resiko siber dan bagaimana meminimalkan resiko tersebut," akta Presiden Direktur ITSC Asia Andri Hutama Putra dalam keterangan pers yang diterima Rabu.

Sistem hibrida, yaitu gabungan sejumlah karyawan bekerja di kantor sementara lainnya dari rumah, menawarkan biaya operasional yang lebih sedikit bagi perusahaan.

Baca Juga: Video kebaya hijau viral, Rena Dyana dapat 48 ribu 'like' untuk postingan HOT!

Keuntungan lainnya, perusahaan bisa mengembangkan bisnis dengan cara merekrut karyawan dari berbagai domisili tanpa ada kewajiban untuk bertemu secara fisik setiap hari.

Riset World Trend Index 2022 dari Microsoft menunjukkan 54 persen pemimpin perusahaan besar mempertimbangkan kerja secara hibrida pada 2023.

Meskipun menawarkan berbagai keunggulan, kerja hibrida juga menantang karena belum tentu setiap karyawan memiliki pemahaman keamanan siber yang sama soal penggunaan gawai, internet dan perangkat lunak.

Baca Juga: 10 foto hot Rena Dyana yang diduga pemeran Kebaya Hijau!

ITSEC melihat setidaknya ada empat hal yang harus diperhatikan dalam kultur kerja hibrida.

1. Meningkatkan kesadaran karyawan soal keamanan siber

ITSEC menilai karyawan adalah garis pertahanan pertama dalam ancaman siber dalam sistem kerja hibrida.

Oleh karena itu, penting bagi perusahaan untuk mendidik, melatih dan mendukung karyawan mereka dalam meningkatkan pengetahuan dan kemampuan tentang keamanan siber.

Baca Juga: JOKOWI TEGAS menentang penjajah di era modern: Dulu ada tanam paksa, kerja paksa, sekarang ada EKSPOR PAKSA!

Ketika mengadopsi kerja hibrida, maka pelatihan keamanan siber sebaiknya tidak hanya diberikan kepada tim TI.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Enjang Sugianto

Sumber: ANTARA

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X