Menag, Yaqut Cholil Qoumas: Sertifikasi halal jadi kekuatan pendorong ekonomi bagi Indonesia

- Sabtu, 19 November 2022 | 22:00 WIB
Menag Yaqut Sebut Pandemi Mengajarkan Pentingnya Kemanusian, Sains, dan Ilmu Kedokteran (Dok/Kemenag.go.id)
Menag Yaqut Sebut Pandemi Mengajarkan Pentingnya Kemanusian, Sains, dan Ilmu Kedokteran (Dok/Kemenag.go.id)


PURWAKARTA ONLINE, Jakarta - Pemerintah Indonesia telah menetapkan target 10 juta produk bersertifikat halal dalam waktu tiga tahun ke depan agar mendorong pertumbuhan ekonomi guna mewujudkan kemajuan bagi Indonesia.

Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas mengatakan pemerintah memaksimalkan potensi yang belum tergarap secara memadai untuk memacu pemulihan ekonomi nasional, seperti industri halal.

"Ini ceruk yang menawarkan banyak hal terutama karena halal telah bergeser menjadi kualitas standar global dan gaya hidup gastronomi pasar arus utama dan tren perdagangan," ujarnya dalam forum Halal 20 (H20) yang dipantau di Jakarta, Kamis.

Baca Juga: GEMPA TERKINI Guncang Enggano Bengkulu Malam Ini, Magnitudo 6,8!

Yaqut menuturkan Kementerian Agama sangat mendukung visi Indonesia Maju dan menjalankan misi pentingnya untuk memfasilitasi dan mendorong pemulihan ekonomi melalui pengembangan industri halal yang bernilai triliunan dolar AS, seperti barang dan jasa, makanan dan minuman, fesyen, kosmetik, farmasi, pariwisata, media, dan rekreasi serta jasa keuangan.

Berdasarkan data proyeksi Kementerian Perindustrian, nilai pasar halal dan kegiatan ekonomi mencapai 303 miliar dolar AS. Sedangkan, DinarStandard memperkirakan angka tersebut akan naik 3,1 persen atau 2,3 triliun dolar AS pada tahun 2024 mendatang.

Program sertifikasi halal yang dilakukan secara masif menjadi motor penggerak usaha mikro kecil (UMK) untuk membangkitkan kembali bisnis mereka setelah lebih dua tahun terdampak pandemi COVID-19.

Baca Juga: Bola Tangan Tuhan Maradona Dilelang Rp54 Miliar!

Yakut berpesan agar lembaga pemerintah maupun swasta menjalankan praktik industri halal yang baik dan sehat mengingat ada ancaman perubahan iklim yang menghambat pertahanan produk pangan halal dan produk sejenisnya.

"Untuk itu, Kementerian Agama mendorong lembaga halal, praktisi, masyarakat sipil, keagamaan, pemerintah sektor swasta dan bisnis di seluruh dunia untuk segera meningkatkan investasi tahunan di industri dan ekosistem halal global serta komitmen kemitraan halal global," ucapnya.

Halaman:

Editor: Enjang Sugianto

Sumber: ANTARA

Tags

Artikel Terkait

Terkini

3 Cara agar anda tidak terjebak pinjol ilegal!

Senin, 9 Januari 2023 | 16:15 WIB

Suku bunga Fed melambat, harga Emas melonjak!

Sabtu, 7 Januari 2023 | 21:51 WIB

Harga BBM di Italia Rp30 ribu per liter!

Jumat, 6 Januari 2023 | 09:00 WIB
X