PURWAKARTA ONLINE - Rp1,5 triliun digelontorkan Danantara untuk penyerapan gula petani. Pemerintah pastikan stok cadangan aman, mafia gula jadi target utama.
Harga gula yang sempat bergejolak akhirnya mendapat “napas baru” setelah Danantara Indonesia melalui ID FOOD mengumumkan alokasi dana jumbo senilai Rp1,5 triliun untuk menyerap gula produksi petani dalam negeri.
Langkah ini diharapkan tidak hanya menolong petani agar hasil panen mereka terserap dengan harga layak, tetapi juga menjaga kestabilan pasokan dan harga gula nasional dari hulu ke hilir.
Baca Juga: Kesalahan Sepele Tapi Fatal! Training Tanpa Budaya Kerja Bikin Karyawan Baru Merasa Salah Tempat
Pemerintah Pastikan Serapan Jalan
Deputi Bidang Ketersediaan dan Stabilisasi Pangan Badan Pangan Nasional (NFA), I Gusti Ketut Astawa, menegaskan bahwa pemerintah serius mengawal kebijakan ini.
“Memang solusi jangka pendek terhadap gula petani adalah diserap oleh pedagang dan pemerintah. Saat ini sudah ada kepastian Danantara akan turun. Pedagang pun sudah di-trigger Danantara, mereka akan berani membeli, habis Danantara beli. Begitu kesepakatannya,” ujarnya dalam Seminar Ekosistem Gula Nasional, Jakarta, Rabu (27/8/2025).
Namun ia meminta kesabaran petani karena proses ini tetap dilakukan dengan prinsip kehati-hatian.
“Governance-nya harus benar. Mudah-mudahan segera tuntas, nanti kalau sudah keluar, bisa cepat langsung digerakkan penyerapannya,” imbuhnya.
Baca Juga: Menyedihkan! Budaya Kerja Indonesia Mulai Terkikis, Onboarding Abai Bikin Karyawan Baru Resah
Target Stok Cadangan Gula
Berdasarkan Keputusan Kepala NFA Nomor 40/2025, pemerintah menargetkan stok cadangan gula pemerintah (CGP) minimal di angka 260 ribu ton, dengan stok akhir tahun 2025 sebesar 26 ribu ton.
CGP bersumber dari produksi dalam negeri dan saat ini sepenuhnya dikelola oleh ID FOOD.
Sementara itu, gula kristal merah (raw sugar) impor untuk tahun ini masih akan ditahan sebagai cadangan dan belum diedarkan ke pasar.