Hery Gunardi Resmi Jadi Dirut BRI, Lanjutkan Estafet Kepemimpinan setelah Sukses Bangun BSI
PURWAKARTA ONLINE, Jakarta – PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. (BRI) resmi menetapkan Hery Gunardi sebagai Direktur Utama (Dirut) baru, menggantikan Sunarso.
Pengangkatan ini dilakukan dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) BRI, Senin (24/3/2025).
Hery bukanlah nama baru di industri perbankan Indonesia.
Sebelum memimpin BRI, ia sukses membawa PT Bank Syariah Indonesia Tbk. (BSI) menjadi bank syariah terbesar dengan reputasi global.
Di bawah kepemimpinannya, aset BSI tumbuh 15,55% (YoY) menjadi Rp408,61 triliun pada 2024, dengan laba bersih mencapai Rp7,01 triliun.
Rekam Jejak Gemilang di Perbankan Nasional
Karir Hery dimulai di Bank Bapindo pada 1991.
Ia turut andil dalam Tim Merger yang melahirkan Bank Mandiri (1998-1999).
Selama 20 tahun di Mandiri, ia memegang berbagai posisi strategis, termasuk Plt. Dirut Bank Mandiri (2020).
Baca Juga: Wajib Bawa! 5 Alat Penting Saat Mudik 2025 Hadapi Cuaca Ekstrem dan Banjir
Prestasinya mencakup:
- Mencetak kredit mikro Rp35 triliun saat menjabat Direktur Mikro & Retail Banking (2013-2015).
Artikel Terkait
BRI Terapkan Prinsip ESG untuk Bisnis Berkelanjutan, Komitmen Tingkatkan Keuangan Hijau dan Inklusi UMKM
Waspada! BRI Ingatkan Nasabah Soal Maraknya Kejahatan Smishing dan Pentingnya Jaga Kerahasiaan Data
UMKM Produsen Wewangian Binaan BRI Siap Ekspansi Global Lewat BRI UMKM EXPO(RT) 2025
BRILiaN Fest Ramadhan 1446 H, Apresiasi BRI untuk Insan BRILiaN dan Nasabah dengan Beragam Promo Menarik
Berkah Ramadan, Omset Pengusaha Kosmetik Binaan BRI Naik 40% Berkat KUR
BRI Siapkan E-Channel untuk Transaksi Digital Lancar Saat Mudik dan Lebaran Idulfitri 1446 H
BRI Raih Anugerah Avirama Nawasena 2024! Bukti Nyata Komitmen Lingkungan Kerja Inklusif
BRI dan HKI Jalin Kerja Sama Strategis untuk Dongkrak Daya Saing Kawasan Industri Nasional
BRI Raih Penghargaan Best SME Bank in Indonesia 2025, Bukti Komitmen Nyata Dukung UMKM
BRI Bagikan Dividen Rp51,73 Triliun di RUPST 2025, Siap Buyback Rp3 Triliun dan Ubah Struktur Direksi