BRI dan HKI Jalin Kerja Sama Strategis untuk Dongkrak Daya Saing Kawasan Industri Nasional

photo author
Enjang Sugianto, Purwakarta Online
- Minggu, 23 Maret 2025 | 12:05 WIB
BRI dan Himpunan Kawasan Industri (HKI) tandatangani MoU untuk dukung hilirisasi dan daya saing industri nasional, sejalan dengan Asta Cita Pemerintah. (Dok. BRI)
BRI dan Himpunan Kawasan Industri (HKI) tandatangani MoU untuk dukung hilirisasi dan daya saing industri nasional, sejalan dengan Asta Cita Pemerintah. (Dok. BRI)

Peran Vital Kawasan Industri dalam Perekonomian Nasional

Wakil Menteri Perindustrian RI, Faisol Riza, dalam kesempatan yang sama, menekankan pentingnya kawasan industri sebagai pusat ekosistem industrialisasi yang mendorong produktivitas nasional.

Baca Juga: Solo Leveling Season 2 Terbaru! Ulasan Lengkap, Jadwal Tayang, dan Cara Nonton Legal

Menurutnya, sektor industri pengolahan non-migas tetap menjadi tulang punggung perekonomian Indonesia.

“Pada tahun 2024, sektor industri pengolahan non-migas masih menjadi penyumbang PDB nasional terbesar, yaitu 17,16%, dengan tingkat pertumbuhan sebesar 4,75%. Sektor ini juga memberikan penerimaan pajak terbesar, mencapai 25,84%. Pencapaian ini menunjukkan bahwa sektor industri pengolahan non-migas tetap memiliki peran vital dalam perekonomian kita, yaitu sebagai sektor utama pencipta nilai tambah dan lapangan pekerjaan,” jelas Riza.

Riza juga menyoroti pentingnya kolaborasi antara perbankan dan kawasan industri dalam menciptakan ekosistem yang lebih berdaya saing.

Menurutnya, kerja sama antara BRI dan HKI merupakan langkah strategis yang dapat mempercepat pencapaian target pertumbuhan ekonomi nasional.

Baca Juga: Revisi UU TNI dan Gelombang Penolakan, Masyarakat Sipil Khawatirkan Kembalinya Dwi Fungsi ABRI

Hilirisasi dan Pembiayaan Berkelanjutan

Kolaborasi antara BRI dan HKI tidak hanya fokus pada peningkatan daya saing industri, tetapi juga mendukung program hilirisasi yang menjadi prioritas pemerintah.

Hilirisasi diharapkan dapat meningkatkan nilai tambah produk dalam negeri, mengurangi ketergantungan pada impor, dan membuka lapangan kerja baru.

BRI juga berkomitmen untuk mendorong pembiayaan berkelanjutan, termasuk skema khusus bagi kawasan industri yang mengedepankan prinsip ramah lingkungan.

Langkah ini diharapkan dapat menarik lebih banyak investasi di sektor industri, sekaligus mendukung upaya pemerintah dalam mencapai target pembangunan berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs).

Baca Juga: Helmy Yahya Tuntut Willie Salim Minta Maaf ke Orang Palembang!

Meskipun optimisme terhadap pertumbuhan industri manufaktur cukup tinggi, berbagai tantangan masih perlu diatasi.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Enjang Sugianto

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X