PURWAKARTA ONLINE, Jakarta - Realisasi Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) hingga Februari 2025 tercatat defisit Rp31,2 triliun, atau 0,13% terhadap Produk Domestik Bruto (PDB).
Kondisi ini, ditambah dengan kontraksi penerimaan pajak sebesar 30%, menjadi pemicu utama anjloknya Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) hari ini.
Dampak Defisit APBN
Defisit APBN menunjukkan bahwa pemerintah kesulitan mengelola keuangan negara di tengah perlambatan ekonomi.
Baca Juga: QLola by BRI Tembus Rp8.400 Triliun, Cetak Rekor Baru dalam Transaksi Cash Management
Hal ini berdampak pada kepercayaan investor terhadap prospek ekonomi Indonesia.
Kontraksi Penerimaan Pajak
Penerimaan pajak yang terkontraksi 30% juga menjadi indikator lemahnya aktivitas bisnis.
"Turunnya penerimaan pajak menunjukkan bahwa daya beli masyarakat dan aktivitas bisnis sedang lesu," ujar Arwendy Rinaldi Moechtar.
Prospek ke Depan
Meski saat ini kondisi pasar sedang tertekan, beberapa analis optimistis bahwa IHSG masih memiliki potensi pulih.
Baca Juga: Hyundai Indonesia Luncurkan Program Bantuan Banjir untuk Pemilik Mobil Hyundai dan Merek Lain
Namun, pemulihan tersebut sangat bergantung pada kebijakan pemerintah dan stabilitas ekonomi global.***
Artikel Terkait
BMKG Prediksi Awal Musim Kemarau 2025 Mundur di 29% Wilayah Indonesia
QLola by BRI Tembus Rp8.400 Triliun, Cetak Rekor Baru dalam Transaksi Cash Management
Sejak IIMS 2025, Unit Geely EX5 Mulai Dikirim ke Konsumen, Desain Modern dan Fitur Canggih Siap Mengaspal!
Seni Ukir Jepara Tembus Pasar Global, Els Artsindo Bersinar di BRI UMKM EXPO(RT) 2025
IHSG Anjlok 5%, BEI Terpaksa Hentikan Perdagangan Sementara!
Goldman Sachs Turunkan Peringkat Saham RI, IHSG Anjlok 3,48%!
Goldman Sachs Turunkan Peringkat Saham RI, IHSG Anjlok Lebih dari 5%!
Panic Selling Picu IHSG Anjlok, Asing Catat Aksi Jual Rp 57,8 Triliun dalam 6 Bulan!
Hyundai Indonesia Luncurkan Program Bantuan Banjir untuk Pemilik Mobil Hyundai dan Merek Lain
Desa Sumbersari Purwakarta Salurkan BLT Dana Desa, 20 KPM Terima Rp900 Ribu per Orang