• Minggu, 27 November 2022

Di Pulau Seribu Masjid Lombok, ada Kelenteng yang Sangat Indah. Berdiri Kokoh di Tengah Kebhinekaan!

- Selasa, 8 November 2022 | 06:00 WIB
Tangkapan layar foto Kelenteng Pao Hwa Kong, di Ampenan, Lombok, Nusa Tenggara Barat. (Indonesia.go.id)
Tangkapan layar foto Kelenteng Pao Hwa Kong, di Ampenan, Lombok, Nusa Tenggara Barat. (Indonesia.go.id)

PURWAKARTA ONLINE, Lombok - Lombok sebagai pulau utama di Provinsi Nusa Tenggara Barat memiliki sejarah budaya yang panjang.

Berbagai etnis di Nusantara berkumpul di pulau seluas 4.739 kilometer persegi itu.

Sebagian dari mereka, di masa lalu, memasuki Pulau Seribu Masjid itu dari kawasan Ampenan, sekitar 25 menit berkendara dari Mataram, ibu kota provinsi berjuluk Bumi Gora ini.

Ampenan dulunya merupakan pusat perniagaan karena dekat dengan kawasan pesisir dan terdapat pelabuhan yang dibangun pemerintahan Kolonial Belanda sejak 1896 lampau.

Baca Juga: Jauhkan Anak-anak, Yuk Akses Link Nonton Film 365 Days Season 3, Super Erotis Sub Indo Viral Tanpa IndoXXI

Pelabuhan ini pun menjadi pintu masuk masyarakat dari berbagai suku dan etnis ke Lombok. Sebut saja Suku Melayu, Suku Banjar dan Suku Bugis.

Ada juga etnis Arab dan Tionghoa yang merupakan kelompok pedagang. Mereka berdampingan hidup dengan warga Suku Sasak, suku asli Lombok.

Di Ampenan ini, mereka kemudian membangun perkampungan dengan nama sesuai asal suku atau etnisnya.

Etnis Tionghoa sendiri membentuk komunitas mereka sekitar 2 kilometer dari pelabuhan, tepatnya di sepanjang Jl Yos Sudarso yang sebelumnya bernama Jl Pabean.

Halaman:

Editor: Enjang Sugianto

Sumber: Indonesia.go.id

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Promosi Wisata, Selfie dan The Power of Millennials!

Selasa, 8 November 2022 | 10:00 WIB

Situ Begendit, Wisata Favorit di Garut Jawa Barat!

Senin, 7 November 2022 | 12:00 WIB

Demi Kelestarian Komodo, Pemerintah Batasi Kunjungan!

Senin, 7 November 2022 | 10:00 WIB

Wisata Danau Kaco, Mutiara Biru di Belantara Jambi!

Senin, 7 November 2022 | 06:00 WIB
X