Pencak Silat Paleredan asal Purwakarta

photo author
Enjang Sugianto, Purwakarta Online
- Senin, 6 Juni 2022 | 00:13 WIB
Abah Vijay (tengah) melestarikan Pencak Silat Paleredan asal Purwakarta (Foto: MangEnjang.com/Enjang Sugianto)
Abah Vijay (tengah) melestarikan Pencak Silat Paleredan asal Purwakarta (Foto: MangEnjang.com/Enjang Sugianto)

Purwakarta Online - Silat Paleredan, dirintis oleh Raden Tisna Wijaya dari Cimande tahun 1828 Masehi.

Raden Tisna memiliki anak bernama Raden Abu Kosim dan Raden Didi Junaedi yang mengembangkan Pencak Silat Paleredan Cilalawi pada tahun 1896 di Plered.

Pentas seni Pencak Silat Paleredan oleh Paguron Lodaya Kembar di Hutan Pelangi, Anjun Plered, Purwakarta.

Saat itu, daerah Sukatani, termasuk Cilalawi, kemudian Tegalwaru, masih termasuk wilayah Plered.

Baca Juga: Nuseir Yassin alias Nas Daily buat agama baru, Nascissim!

Menurut Abah Vijay (Yayat Dimyati), penyebutan yang benar adalah Palered, bukan Plered.

Saat ini Silat Palereden sudah berkembang, sehingga silat paleredan bisa ditemukan di berbagai daerah.

Abah Vijay bahkan berani mengatakan jika, Pencak Silat Paleredan adalah gabungan silat dari berbagai daerah yang ada di Tanah Sunda.

"Cimandean na aya, Cikalongan na aya, gabungan Silat nu aya di tatar Sunda khusus na, Nusantara umum na," terang Abah Vijay, dalam sebuah pertemuan para aktivis wisata Purwakarta di Situ Kahuripan, Wanayasa hari ini (Jumat, 11/12/2020).

Baca Juga: Petani teh di Eropa dan India

Pentas seni Pencak Silat Paleredan oleh Paguron Lodaya Kembar di Hutan Pelangi, Anjun Plered, Purwakarta

Menurut Abah Vijay, saat ini ada 17 paguron Silat di Kecamatan Plered, Kabupaten Purwakarta, yang mengembangkan Pencak Silat khas Paleredan.

"Di Kecamatan Plered saja ada 17 paguron silat Paleredan," ujar Abah Vijay.

Abah Vijay sebagai salah satu kasepuhan Lodaya Kembar, yang juga menjadi salah satu paguron yang ada di Desa Anjun, Kecamatan Plered, Kabupaten Purwakarta, merasa perlu melestarikan khazanah seni dan budaya asli Sunda ini.

Baca Juga: Harga tiket masuk Candi Borobudur Rp750 ribu, banyak yang salah paham. Pengelola: Pelajar hanya Rp5 ribu!

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Enjang Sugianto

Sumber: Dari Berbagai Sumber

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X