PURWAKARTA ONLINE - Ketegangan memuncak. Konflik antara kelompok Houthi di Yaman dan Israel memasuki fase baru.
Serangan rudal balistik yang menghantam Jaffa, Tel Aviv, Sabtu (21/12/2024), adalah bukti eskalasi serius.
Militer Israel mengonfirmasi rudal itu diluncurkan dari Yaman.
Serangan ini terjadi hanya beberapa hari setelah Israel membombardir Sanaa dan Hodeidah, menewaskan sembilan orang.
Baca Juga: Rudal Houthi Jatuh di Tel Aviv, Sistem Pertahanan Israel Gagal Total
Serangan Balasan yang Tepat Sasaran
Houthi mengklaim serangan ini sebagai balasan atas agresi Israel di Yaman.
Mereka menyebut telah menargetkan "dua lokasi militer sensitif" di Jaffa.
Serangan ini juga dianggap sebagai peringatan bahwa mereka tidak akan tinggal diam.
Namun, serangan ini juga membuka kelemahan sistem pertahanan Israel.
Baca Juga: Cara Menggunakan Meta AI WhatsApp untuk Mendukung Bisnis Anda
Gagalnya Arrow mencegat rudal Houthi memicu pertanyaan tentang kesiapan Israel menghadapi ancaman baru.
Dukungan AS untuk Israel
Di sisi lain, Amerika Serikat merespons dengan melakukan serangan udara presisi ke fasilitas rudal dan komando Houthi di Sanaa.