PURWAKARTA ONLINE - Hari Ibu di Indonesia berbeda dari Hari Ibu Internasional.
Jika Hari Ibu Internasional jatuh pada minggu kedua bulan Mei, Indonesia menetapkan 22 Desember sebagai Hari Ibu Nasional.
Penetapan ini bukan tanpa alasan. Pada tanggal tersebut di tahun 1928, Kongres Perempuan Indonesia pertama digelar.
Baca Juga: Legenda Gulat Rey Mysterio Sr Meninggal Dunia di Usia 66 Tahun
Acara ini dihadiri oleh sekitar 1.000 perempuan dari 30 organisasi, termasuk tokoh besar seperti RA Soekonto.
Selama kongres, perempuan Indonesia memperjuangkan kesetaraan, hak pendidikan, hingga hak politik.
Momen ini dianggap sebagai langkah awal gerakan emansipasi perempuan di Nusantara.
Baca Juga: Kode Redeem Free Fire (FF) 21 Desember 2024, Buruan Tukarkan Sebelum Kehabisan!
Presiden Soekarno mengabadikan tanggal ini sebagai Hari Ibu melalui Keputusan Presiden Nomor 316 Tahun 1959.
Hari ini, Hari Ibu dirayakan sebagai simbol perjuangan perempuan dan penghormatan atas jasa para ibu dalam keluarga dan bangsa.
Peringatan Hari Ibu menjadi momen refleksi.
Baca Juga: Panduan Lengkap Cara Daftar dan Cek Penerima Bansos PKH di Aplikasi
Ini bukan hanya soal kasih ibu, tetapi juga tentang peran penting perempuan dalam membangun bangsa yang lebih baik.***
Artikel Terkait
Panduan Lengkap Cara Daftar dan Cek Penerima Bansos PKH di Aplikasi
Operasi Lilin Sulsel, Fokus di Objek Wisata dan Tempat Vital
Operasi Lilin: Jadwal, Fokus, dan Tantangan 2024/2025
Amnesti Koruptor ala Prabowo: Solusi atau Ancaman bagi Pemberantasan Korupsi?
Kode Redeem Free Fire 21 Desember 2024, Begini Cara Klaim Hadiahmu!
Kode Redeem Free Fire (FF) 21 Desember 2024, Buruan Tukarkan Sebelum Kehabisan!
Dedi Kusnandar Patah Tulang, Di Pastikan Absen 3 Bulan Usai Operasi
Dedi Kusnandar Jalani Operasi, Patah Tulang?
Legenda Gulat Rey Mysterio Sr Meninggal Dunia di Usia 66 Tahun
Sejarah Hari Ibu, Dari Kongres Perempuan 1928 hingga Simbol Penghargaan untuk Ibu