PURWAKARTA ONLINE - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengingatkan masyarakat Jawabarat untuk waspada terhadap potensi cuaca ekstrem yang dapat terjadi dalam beberapa hari ke depan.
Melalui pengumuman terbaru, BMKG menyebutkan bahwa wilayah Indonesia, termasuk Jawabarat, berisiko mengalami hujan lebat, gelombang tinggi, dan bencana hidrometeorologi lainnya akibat gangguan tropis yang sedang berkembang.
BMKG saat ini memantau potensi gangguan tropis di Laut Timor sebelah barat daya Kepulauan Tanimbar.
Gangguan ini diketahui memiliki kecepatan angin maksimum 5-10 knots (9-19 km/jam) dan tekanan minimum 1.004 hPa.
Meskipun potensi gangguan ini menjadi siklon tropis dalam 48-72 jam ke depan diprediksi rendah, namun BMKG tetap mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap perubahan cuaca yang cepat.
Berdasarkan pantauan terbaru per pukul 07.00 WIB, Bibit Siklon Tropis 91S terdeteksi berada di Samudra Hindia barat daya Banten, tepatnya pada koordinat 10,1 derajat Lintang Selatan (LS) dan 98,4 derajat Bujur Timur (BT).
Saat ini, Bibit Siklon 91S bergerak dengan kecepatan angin maksimum 25 knots (46 km/jam) dan tekanan udara minimum 1.002 hPa.
Meskipun intensitas bibit siklon ini diprediksi akan melemah dan tidak berkembang menjadi siklon tropis dalam waktu dekat, potensi cuaca ekstrem tetap harus diwaspadai.
Baca Juga: Realme C75, Smartphone Entry-Level Tahan Air dan Tahan Debu Pertama di Indonesia
BMKG mengingatkan masyarakat untuk berhati-hati terhadap ancaman bencana hidrometeorologi, seperti banjir, tanah longsor, dan genangan air, yang dapat terjadi terutama di wilayah-wilayah rawan.
Oleh karena itu, masyarakat diminta untuk mempersiapkan diri menghadapi cuaca ekstrem ini, seperti membersihkan saluran air dan lingkungan sekitar guna mengurangi risiko banjir.
Selain itu, BMKG juga mengimbau agar warga menghindari aktivitas di wilayah rawan bencana, serta mempersiapkan perlengkapan darurat untuk menghadapi segala kemungkinan yang terjadi.
Mengingat pentingnya informasi cuaca terkini, masyarakat diharapkan untuk terus memantau kanal resmi BMKG, seperti situs web www.bmkg.go.id, media sosial @infobmkg, atau aplikasi InfoBMKG.
Baca Juga: Prabowo Rekrut UAH Gantikan Miftah Maulana, Pembelajaran Berharga untuk Pejabat Publik