Menurut BMKG, potensi bibit siklon tropis 91S berkembang menjadi siklon dalam waktu 24 jam ke depan sangat kecil.
Namun, untuk periode 48-72 jam, potensi ini diperkirakan masih dalam kategori rendah, dengan kemungkinan besar tidak akan berkembang menjadi siklon tropis yang signifikan.
Walaupun demikian, cuaca ekstrem yang disebabkan oleh faktor lain, seperti hujan deras dan angin kencang, masih dapat memengaruhi wilayah Purwakarta dan sekitarnya dalam waktu dekat.
Masyarakat Purwakarta diminta untuk tetap waspada dan selalu siap siaga menghadapi perubahan cuaca yang cepat.
Baca Juga: Kontroversi UAH Buat Namanya Mencuat, Presiden Prabowo Rekrut Gantikan Miftah Maulana, Benarkah?
Keamanan dan keselamatan diri serta lingkungan menjadi prioritas utama dalam menghadapi potensi cuaca ekstrem yang dapat terjadi kapan saja.***
Artikel Terkait
Sinetron "Asmara Gen Z": Kisah Romansa dan Drama Remaja Masa Kini
PERSIB dan Bobotoh Sampaikan Duka Mendalam untuk Mochamad Fathir Fauzan
Bobotoh Berduka! PERSIB Imbau Patuhi Regulasi Liga
PERSIB Tekankan Pentingnya Keamanan Suporter untuk Masa Depan Sepak Bola
Bojan Hodak, Di Nobatkan Sebagai Pelatih Terbaik Liga 1 November 2024
Rahasia Sukses Bojan Hodak di PERSIB
Kunci Kemenangan PERSIB atas PSS, Kerja Keras dan Mental Baja
Kronologi Bobotoh Meninggal Sebelum Laga Persib vs PSS Sleman
Selebgram Clara Shinta Terseret Kasus Kontroversial Video Gus Miftah, Publik Terkejut!
Cara Mengaktifkan Meta AI di WhatsApp