trending

Memilukan Semua Orang, Pesan Dokter Aulia Risma untuk Sang Ayah: "Sakit, Pah"

Kamis, 29 Agustus 2024 | 11:30 WIB
Ayahanda dokter Aulia mahasiswi PPDS yang diduga bunuh diri karena dibully senior meninggal dunia. (X/@asaibrahim)

PURWAKARTA ONLINE - Kepergian dokter Aulia Risma Lestari, mahasiswi Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS) Anestesi di Universitas Diponegoro (Undip), meninggalkan luka mendalam bagi keluarga, rekan, dan publik yang mengikuti kisah tragisnya.

Wanita muda yang akrab disapa Dokter Risma ini diduga mengakhiri hidupnya akibat perundungan yang ia alami selama menjalani program PPDS di Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) Dr. Kariadi, Semarang.

Pada malam 12 Agustus 2024, Dokter Aulia ditemukan tak bernyawa di kamar kosnya di Lempongsari, Gajahmungkur, Semarang.

Berdasarkan hasil visum, penyebab kematian wanita ini adalah overdosis obat Roculax, jenis anestesi peregang otot yang biasanya digunakan saat tindakan operasi.

Baca Juga: Pihak Kampus Bantah Adanya Perundungan Terkait Meninggalnya Dokter Aulia

Kepolisian menyatakan bahwa Aulia menyuntikkan obat tersebut ke dalam tubuhnya sendiri, sehari sebelum meninggal dunia.

Namun, kematian Dokter Aulia tidak hanya berhenti pada fakta medis. Dalam penyelidikan lebih lanjut, polisi menemukan buku catatan harian yang di dalamnya Aulia mencurahkan kesulitan yang ia hadapi selama mengikuti program PPDS.

Catatan itu juga menyinggung adanya perlakuan kurang menyenangkan dari senior-seniornya, meskipun polisi belum menemukan bukti yang mengarah langsung ke perundungan.

Keadaan yang dihadapi Dokter Aulia semasa hidup semakin jelas saat sebuah rekaman voice note yang ditujukan kepada ayahnya viral di media sosial.

Baca Juga: Diduga Bully Dokter Aulia Risma Lestari, dr Prathita Amanda Aryani: Please Nggak Usah Ikut Berpendapat Orang-orang yang Tidak Langsung Terlibat!

Dalam rekaman yang dibagikan oleh akun Instagram @dramadunia pada 28 Agustus 2024, Aulia mengungkapkan penderitaan fisik dan mental yang ia alami.

Dengan suara yang terdengar lelah dan penuh beban, ia menyampaikan, "Sakit, Pah," sebuah ungkapan yang menyiratkan rasa sakit tidak hanya di tubuhnya, tapi juga dalam hatinya.

Rekaman ini memperkuat dugaan bahwa Aulia mengalami tekanan berat selama menjalani program PPDS.

Meski pihak kampus dan rumah sakit membantah adanya perundungan, publik tetap percaya bahwa apa yang dialami Aulia tidak terlepas dari dugaan bullying yang dilakukan oleh seniornya.

Halaman:

Tags

Terkini