Memilukan Semua Orang, Pesan Dokter Aulia Risma untuk Sang Ayah: "Sakit, Pah"

photo author
Dadan Hamdani, Purwakarta Online
- Kamis, 29 Agustus 2024 | 11:30 WIB
Ayahanda dokter Aulia mahasiswi PPDS yang diduga bunuh diri karena dibully senior meninggal dunia. (X/@asaibrahim)
Ayahanda dokter Aulia mahasiswi PPDS yang diduga bunuh diri karena dibully senior meninggal dunia. (X/@asaibrahim)

Baca Juga: Diduga Bully Dokter Aulia Risma Lestari, dr. Prathita Amanda Aryani: Sampah Kalian!

Duka yang dialami keluarga Dokter Aulia belum berakhir ketika sang ayah, Fakhruri (65), menyusul putrinya ke pangkuan Ilahi.

Fakhruri menghembuskan napas terakhirnya pada 27 Agustus 2024, setelah menjalani perawatan intensif di Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM), Jakarta.

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin, yang sempat mengunjungi keluarga Aulia di Tegal, menyatakan bahwa kesehatan Fakhruri menurun drastis setelah kematian putrinya.

“Yang wafat adalah bapaknya. Dia masuk rumah sakit sesudah kematian putrinya,” ujar Menkes Budi di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat.

Fakhruri diduga tidak kuat menahan kesedihan setelah kehilangan Aulia, yang sebelumnya sempat mencurahkan isi hatinya dalam rekaman suara yang memilukan.

Baca Juga: Tragis! Kematian Dokter Aulia Akibat Bullying: Perjalanan Hidup yang Berakhir Tragis di Kos Semarang

Hingga kini, kasus kematian Dokter Aulia masih menjadi misteri. Meski pihak kepolisian belum menemukan bukti konkret mengenai perundungan, publik menanti hasil penyelidikan yang akan diumumkan bersama oleh Kementerian Kesehatan dan kepolisian dalam waktu dekat.

Menteri Budi mengakui bahwa keluarga Aulia sempat meragukan RS Kariadi sebagai tempat perawatan ayah Aulia, mengingat dugaan perundungan yang terjadi di rumah sakit tersebut.

Namun, pada akhirnya, ayah Aulia dirujuk ke RSCM untuk mendapatkan perawatan yang lebih optimal.

Kasus Dokter Aulia Risma Lestari membuka mata kita tentang kerasnya dunia pendidikan dokter spesialis di Indonesia.

Baca Juga: Tragis! Kematian Dokter Aulia Akibat Bullying: Bukti Baru Lewat Rekaman

Pesan terakhirnya kepada sang ayah, "Sakit, Pah," menjadi pengingat bahwa tekanan fisik dan mental yang dialami para calon dokter bisa berujung tragis jika tidak ditangani dengan baik.

Kini, publik menanti kejelasan dari hasil penyelidikan, berharap tidak ada lagi korban yang mengalami nasib serupa di masa depan.

Kisah tragis ini seharusnya menjadi pelajaran bagi semua pihak untuk lebih peduli dan memperhatikan kesejahteraan mental dan fisik para tenaga medis yang tengah berjuang di garda depan kesehatan.***

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Dadan Hamdani

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X