Polisi Kejar Guru Ngaji di Tangerang, Kasus Pelecehan Seksual Terhadap Empat Anak

photo author
Enjang Sugianto, Purwakarta Online
- Selasa, 28 Januari 2025 | 08:00 WIB
 Polisi Tangerang masih memburu guru ngaji berinisial W yang diduga melakukan pelecehan seksual terhadap empat anak. Ini adalah perkembangan terbaru kasus tersebut. (Instagram @opposite6890.recon)
Polisi Tangerang masih memburu guru ngaji berinisial W yang diduga melakukan pelecehan seksual terhadap empat anak. Ini adalah perkembangan terbaru kasus tersebut. (Instagram @opposite6890.recon)

PURWAKARTA ONLINE, Tangerang - Kasus pelecehan seksual terhadap anak-anak di Tangerang menghebohkan masyarakat setempat.

Polisi saat ini tengah memburu seorang guru ngaji berinisial W (40) yang diduga telah melakukan pelecehan terhadap empat anak di wilayah Sudimara Selatan, Ciledug, Kota Tangerang.

Kapolres Metro Tangerang Kota, Kombes Pol Zain Dwi Nugroho, mengungkapkan bahwa terduga pelaku sudah meninggalkan rumahnya di Kampung Dukuh sejak 29 November 2024, sebulan sebelum laporan resmi diterima pada 23 Desember 2024.

Pelaporan tersebut datang dari J, seorang orang tua korban yang melaporkan bahwa anaknya menjadi korban pelecehan oleh W, seorang guru ngaji yang dikenal baik oleh keluarga.

Baca Juga: AKBP Netty Siagian Ternyata Istri Pejabat Tinggi Polri, Polwan Berprestasi yang Jadi Sorotan Publik

Setelah menerima laporan, polisi langsung bergerak cepat dengan membawa korban untuk visum dan melakukan pemeriksaan terhadap pelapor serta saksi pada tanggal 23 Desember.

Pihak kepolisian juga berusaha memanggil pelaku dua kali pada 27 dan 30 Desember 2024, namun W tidak hadir.

“Karena bukti yang cukup, kasus ini dinaikkan ke tahap penyidikan pada 3 Januari 2025,” ujar Zain.

“Hingga saat ini, kami masih mencari keberadaan pelaku.”

Baca Juga: Jadwal Tayang Asmara Gen Z Episode 56-65, Jangan Sampai Ketinggalan!

Polisi juga menyebutkan bahwa korban yang sudah teridentifikasi sebanyak empat anak, yang semuanya mengalami pelecehan seksual.

Untuk mendukung proses pemulihan, polisi bekerja sama dengan P2TP2A dan dinas terkait untuk memberikan pendampingan psikologis kepada korban.

Kasus ini mengungkapkan fakta yang mengejutkan, karena pelaku adalah seorang guru ngaji yang seharusnya menjadi panutan dan pelindung bagi anak-anak.

Kejadian ini pun menjadi peringatan akan pentingnya pengawasan terhadap lingkungan pendidikan dan pengasuhan anak di masyarakat.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Enjang Sugianto

Sumber: Instagram @opposite6869.recon

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X