Warga Desa Kohod semakin resah.
Baca Juga: Kopi, Warisan Kolonial yang Mengakar di Indonesia
Laporan ke Lembaga Bantuan Hukum (LBH) diajukan untuk menyelidiki dugaan pelanggaran hukum.
Aktivis juga mendesak transparansi atas proyek ini yang dianggap merugikan lingkungan dan nelayan setempat.
Sementara itu, Arsin tetap membantah tuduhan tersebut.
Ia menyebut tudingan sebagai upaya menjatuhkan dirinya.
“Nelayan masih berlayar seperti biasa. Tidak ada hambatan,” katanya.
Proyek pagar laut di Desa Kohod menjadi simbol permasalahan tata kelola lahan pesisir.
Baca Juga: Firman Hertanto Aseng Terseret Kasus Judi Online Internasional
Warga berharap kasus ini menjadi pelajaran penting untuk mencegah privatisasi laut yang merugikan masyarakat.***
Artikel Terkait
Fakta di Balik Video Viral Mayor Teddy Hormat ke Aguan
Heboh Video Mayor Teddy Hormat ke Aguan, Ini Faktanya
Kopi, Warisan Kolonial yang Mengakar di Indonesia
Dari Batavia ke Dunia, Sejarah Pertama Kali Kopi Ditanam di Indonesia
Firman Hertanto Aseng Terseret Kasus Judi Online Internasional
Cara Membuat Pohon Durian Berbuah untuk Pertama Kali
Kasus Misteri Pagar Laut di Tangerang: Siapa Dalang di Balik Pemagaran Tanpa Izin? Kupas disini!
Kades Kohod Arsin Dikuliti Netizen, Proyek Pagar Laut Datang Kades Tiba-tiba Jadi Miliarder
Nusron Wahid Vs Arsin Debat Panas Soal Pagar Laut, Kades Kohod Ngeyel Dulunya Daratan Lalu Hilang Karena Abrasi
Kontroversi Proyek Pagar Laut, Kades Kohod dan Dugaan Privatisasi Laut