Pandangan Ahli Ekonomi Digital
Direktur Ekonomi Digital CELIOS, Nailul Huda, mengungkapkan bahwa persaingan di pasar e-commerce semakin ketat.
“Bukalapak harus fokus pada segmen yang memiliki prospek cerah untuk tetap kompetitif,” ujar Huda.
Baca Juga: Agus Buntung Percaya Diri Tidak Bersalah dalam Kasus Pelecehan Seksual, Siap Jalani Proses Hukum
Huda juga mencatat bahwa pola konsumsi masyarakat melalui marketplace telah menurun sejak 2021.
Pasar kini kembali ke ukuran normal setelah lonjakan selama pandemi Covid-19.
Dengan strategi baru ini, Bukalapak bertekad untuk menjadi pemimpin dalam layanan produk virtual.
“Prospek cerah di segmen ini menjadi alasan utama perusahaan untuk mengarahkan sumber daya ke arah yang lebih relevan dengan kebutuhan pasar,” pungkas Dimas.***
Artikel Terkait
Hotel Aruss dan Jejak Karier Ricco Hertanto, Judi Online!
KPK Temukan Flashdisk di Rumah Hasto Kristiyanto: Tim Hukum PDIP Ungkap Kejadian Tersebut
Alasan di Balik Pernyataan Kontroversial Trump tentang Pengambilalihan Kanada, Greenland, dan Panama
Harapan Bojan Hodak untuk Gervane Zjandric Adonnis Kastaneer di PERSIB
Vivo X200 Series, Smartphone Fotografi Canggih dengan Teknologi ZEISS di Indonesia
Agus Buntung Percaya Diri Tidak Bersalah dalam Kasus Pelecehan Seksual, Siap Jalani Proses Hukum
Marc Klok dan 5 Pemain yang Didepak Shin Tae-yong dari Timnas Indonesia: Nasib Mereka Sekarang
Kebakaran Hebat di Grage Mall Cirebon: Penyebab dan Dampak yang Menyentak Warga
Potensi Cuaca Ekstrem Akibat Siklon Tropis 97S: BMKG Imbau Waspada untuk Wilayah-Wilayah Tertentu
Bukalapak Bangkrut? Tutup Marketplace, Fokus pada Produk Virtual