Jejak Mafia Judol di Hotel Aruss, Dari Dafabet hingga Rekening Nominee

photo author
Enjang Sugianto, Purwakarta Online
- Rabu, 8 Januari 2025 | 13:00 WIB
Hotel Aruss Semarang. Hotel Aruss Semarang terseret kasus pencucian uang hasil judi online. Simak bagaimana aliran dana dari Dafabet dan Agen 138. (hotelaruss.com)
Hotel Aruss Semarang. Hotel Aruss Semarang terseret kasus pencucian uang hasil judi online. Simak bagaimana aliran dana dari Dafabet dan Agen 138. (hotelaruss.com)

PURWAKARTA ONLINE - Hotel Aruss, salah satu hotel mewah di Kota Semarang, ternyata memiliki cerita kelam di balik kemegahannya.

Brigjen Pol. Helfi Assegaf dari Dirtipideksus Bareskrim Polri mengungkap bahwa hotel ini dibangun dengan dana hasil judi online yang diproses melalui pencucian uang.

Alur Dana yang Rumit

Dana sebesar Rp 40,5 miliar ditransfer melalui beberapa rekening nominee.

"Uang hasil judi ini disamarkan melalui layering, lalu disetorkan ke rekening PT Arta Jaya Putra (AJP), pengelola Hotel Aruss," kata Helfi.

Baca Juga: Johnny Wong Mualaf yang Inspiratif, Kisah Ayah Baim Wong yang Penuh Makna

Rekening tersebut terkait dengan platform judi online seperti Dafabet, Agen 138, dan Judi Bola.

Modus ini dirancang untuk menyembunyikan jejak uang haram yang akhirnya digunakan untuk membangun hotel.

Siapa di Balik Hotel Aruss?

PT AJP, perusahaan properti yang mengelola Hotel Aruss, disebut sebagai penerima dana hasil judi online.

Perusahaan ini dipimpin oleh Ricco Hertanto dan Tri Nurtaufan, yang hingga kini masih berstatus saksi.

Baca Juga: Evaluasi Kepemimpinan Shin Tae-yong di Timnas Indonesia

Hotel Aruss pertama kali beroperasi penuh pada Juni 2022.

Dengan fasilitas mewah seperti rooftop hall dan jogging track tertinggi di Indonesia, hotel ini berhasil mencetak rekor MURI.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Enjang Sugianto

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X