Pada kasus yang lebih serius, HMPV dapat menyebabkan bronkitis atau pneumonia, terutama pada bayi, lansia, dan individu dengan penyakit paru seperti asma, PPOK, atau emfisema.
Menurut CDC China, masa inkubasi virus ini berkisar antara tiga hingga lima hari, dan gejalanya dapat berlangsung hingga tujuh hari.
Hingga kini, belum tersedia terapi antivirus atau vaksin untuk menangani HMPV.
Seperti halnya COVID-19, pencegahan HMPV melibatkan:
-
Memakai masker di tempat ramai.
-
Mencuci tangan dengan sabun secara rutin.
-
Menjaga jarak sosial.
-
Menghindari keramaian jika memungkinkan.
-
Menjaga kebersihan lingkungan.
-
Memastikan ventilasi ruangan yang baik.
-
Menerapkan gaya hidup sehat.
Baca Juga: China Digemparka Virus Musiman yang Mengguncang Dunia Kesehatan
Juru Bicara Kementerian Kesehatan RI, Widyawati, menyatakan bahwa hingga kini, belum ditemukan kasus HMPV di Indonesia.
Namun, ia tetap mengimbau masyarakat untuk waspada, terutama di musim hujan yang dapat meningkatkan risiko penyakit pernapasan.
Widyawati menambahkan bahwa meskipun kasus influenza A varian H5N1 pernah terjadi di Indonesia, tidak ada laporan baru sejak 2018.
Artikel Terkait
Bale Indung Rahayu, Destinasi Wisata Edukasi di Purwakarta
Mengurai Mitos Prabu Siliwangi, Dari Naskah Kuno ke Fakta Sejarah
Dampak Kenaikan UMK Bekasi 2025, Tingkatkan Kesejahteraan Pekerja?
Mengenal Virus HMPV yang Merebak di China
Wabah Virus HMPV Menyerang China, Apa Tanggapan Kemenkes RI?
Kasus Virus HMPV China Meningkat, Reaksi Kemenkes RI ?
PERSIB Siap Hadapi Laga unda Lawan Bali United, Zalnando Kembali Bergabung
Spoiler Aku Tak Membenci Hujan Episode 8: Finale yang Mengejutkan dan Menegangkan!
Pemerintah Berikan Diskon Listrik 50% untuk Pelanggan PLN Daya 2.200 VA
Cara Mendapatkan Diskon Listrik 50% dari Pemerintah