Tragis! Kematian Dokter Aulia Akibat Bullying: Perjalanan Hidup yang Berakhir Tragis di Kos Semarang

photo author
Dadan Hamdani, Purwakarta Online
- Kamis, 29 Agustus 2024 | 09:10 WIB
Ayahanda dokter Aulia mahasiswi PPDS yang diduga bunuh diri karena dibully senior meninggal dunia. (X/@asaibrahim)
Ayahanda dokter Aulia mahasiswi PPDS yang diduga bunuh diri karena dibully senior meninggal dunia. (X/@asaibrahim)

Menteri Kesehatan, Budi Gunadi Sadikin, yang sempat mengunjungi keluarga dokter Aulia di Tegal, mengungkapkan bahwa ayah dokter Aulia memang dalam kondisi kesehatan yang sangat buruk sebelum akhirnya dirujuk ke Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM) di Jakarta.

Baca Juga: Tragedi Sadis Terhadap Keluarga Dokter Aulia: Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin Mengonfirmasi Meninggalnya Ayah dari Korban Dugaan Bullying

"Yang wafat adalah bapaknya. Dia masuk rumah sakit sesudah kematian putrinya. Sudah, lah, enggak enak kita ngomonginnya," ujar Budi dengan nada berduka.

Meskipun pihak kampus dan kepolisian menyatakan masih mendalami dugaan perundungan, keluarga dokter Aulia dan sebagian besar masyarakat tetap meyakini bahwa bullying yang dialami dokter muda ini menjadi penyebab utama keputusannya mengakhiri hidup.

Media sosial juga dipenuhi dengan ungkapan dukungan dan rasa duka cita dari berbagai kalangan.

Akun Twitter @bambangsuling11, yang pertama kali mengungkap kronologi kematian dokter Aulia, menyebutkan bahwa korban kemungkinan besar menyuntikkan dirinya sendiri dengan obat bius sehari sebelum ditemukan meninggal.

Baca Juga: Bapak Dokter Aulia Risma Meninggal Dunia Setelah Kepergian Putrinya

Kabar tentang adanya perundungan di kalangan peserta PPDS memang bukan hal baru.

Tekanan mental yang dialami mahasiswa kedokteran, terutama di program spesialisasi, seringkali menjadi perbincangan di balik layar.

Namun, kasus ini menjadi bukti nyata betapa beratnya tekanan tersebut, yang bahkan bisa berujung pada kematian.

Hingga saat ini, pihak kampus dan kepolisian masih terus melakukan penyelidikan mendalam terkait dugaan perundungan yang dialami dokter Aulia.

"Mudah-mudahan minggu ini diumumkan, nanti akan diumumkan bersama dari Kemenkes dan kepolisian mengenai hasilnya. Minggu ini hasilnya,” ungkap Menkes Budi, pada 26 Agustus 2024, sehari sebelum kepergian ayah dokter Aulia.

Kematian dokter Aulia menjadi cerminan betapa beratnya beban yang harus ditanggung oleh para peserta PPDS. Bukan hanya tuntutan akademik, tetapi juga tekanan sosial dan mental yang kerap kali tidak terlihat di permukaan.

Baca Juga: Dokter Aulia (PPDS) Mati Tragis, Sungguh Ironis Sang Ayah Menyusul!

Kepergian dokter Aulia dan ayahnya seharusnya menjadi alarm bagi dunia pendidikan kedokteran di Indonesia untuk lebih memperhatikan kondisi mental para mahasiswanya.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Dadan Hamdani

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X