Kronologi Kematian Dokter Aulia Akibat Bullying: Indikasi Perundungan Muncul dari Buku Harian

photo author
Dadan Hamdani, Purwakarta Online
- Kamis, 29 Agustus 2024 | 10:10 WIB
Viral rekaman suara curhatan dokter Aulia Risma kepada ayahnya sebelum meninggal dunia. (X/@asaibrahim)
Viral rekaman suara curhatan dokter Aulia Risma kepada ayahnya sebelum meninggal dunia. (X/@asaibrahim)

Baca Juga: Pihak Kampus Bantah Adanya Perundungan Terkait Meninggalnya Dokter Aulia

Duka mendalam tidak hanya berhenti pada kematian Aulia. Ayahnya, Fakhruri, yang juga mengalami penurunan kondisi kesehatan setelah kematian putrinya, akhirnya meninggal dunia pada 27 Agustus 2024.

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengungkapkan bahwa ayah Aulia sempat dirawat intensif di Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM), Jakarta, setelah sebelumnya sempat dirujuk dari RSUP Dr Kariadi, Semarang.

Budi menyebut bahwa keluarga Aulia sempat ragu untuk menerima perawatan di RSUP Dr Kariadi, mengingat dugaan perundungan yang terjadi di rumah sakit tersebut.

Namun, kondisi kesehatan ayah Aulia yang semakin memburuk membuat keluarga akhirnya memutuskan untuk merujuknya ke RSCM.

Baca Juga: Tragedi Sadis Terhadap Keluarga Dokter Aulia: Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin Mengonfirmasi Meninggalnya Ayah dari Korban Dugaan Bullying

Sayangnya, takdir berkata lain, dan Fakhruri menghembuskan napas terakhirnya pada dini hari, 27 Agustus 2024, sekitar pukul 01.24 WIB.

Kasus kematian Aulia telah menimbulkan reaksi keras dari publik, terutama di media sosial.

Tagar #JusticeForAulia dan #StopBullying sempat menjadi trending di X, mengundang berbagai komentar yang menyoroti betapa seriusnya masalah perundungan di kalangan mahasiswa kedokteran.

Pihak Universitas Diponegoro sendiri masih terus mendalami dugaan perundungan ini, meski mereka telah membantah adanya indikasi yang kuat bahwa Aulia menjadi korban bullying.

Baca Juga: Bapak Dokter Aulia Risma Meninggal Dunia Setelah Kepergian Putrinya

Kapolrestabes Semarang, Komisaris Besar Irwan Anwar, dalam keterangannya menyebut bahwa hingga kini polisi belum menemukan bukti akurat terkait motif kematian Aulia yang mengarah pada perundungan.

Namun, dengan adanya temuan buku harian yang mengungkap tekanan psikologis yang dialami Aulia, tidak menutup kemungkinan bahwa kasus ini akan terus diselidiki lebih dalam.

Kasus kematian Aulia Risma Lestari menjadi alarm bagi institusi pendidikan, khususnya di bidang kedokteran, untuk lebih memperhatikan kesejahteraan psikologis mahasiswanya.

Tindakan perundungan, dalam bentuk apapun, harus dihentikan agar tragedi seperti ini tidak terulang kembali.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Dadan Hamdani

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X