Riwayat Hidup Raden Kosdara, Tokoh Sentral di Kecamatan Kiarapedes dan Wanayasa Kabupaten Purwakarta!

- Kamis, 19 Januari 2023 | 19:38 WIB
Makam Raden Kosdara di Desa Parakan Garokgek. Riwayat Hidup Raden Kosdara, tokoh sentral di Kecamatan Kiarapedes dan Wanayasa  (Purwakarta Online/Enjang Sugianto )
Makam Raden Kosdara di Desa Parakan Garokgek. Riwayat Hidup Raden Kosdara, tokoh sentral di Kecamatan Kiarapedes dan Wanayasa (Purwakarta Online/Enjang Sugianto )

PURWAKARTA ONLINE - Paling dikenang saat Raden Kosdara menjadi tokoh sentral saat pemekaran Desa Parakan Garokgek, menjadi dua desa, yaitu Desa Parakan Garokgek dan Desa Pusakamulya Mulya pada sekitar tahun 1970-an.

Pemekaran akhirnya terealisasi pada tahun 1978 Desa Pusakamulya lahir, terpisah dari Desa induknya, yaitu Desa Parakan Garokgek.

Raden Kosdara juga dikenal sebagai Pengurus Nahdlatul Ulama di Kecamatan Wanayasa. Saat itu Kecamatan Kiarapedes masih berstatus Kamantren dari Kecamatan Wanayasa.

Baca Juga: Jokowi disebut Firaun, Partai Socmed: yang mau laporkan Cak Nun adalah sejenis anjing yang tidak suka tulang!

Kiprah Raden Kosdara di Nahdlatul Ulama (NU) sejaman dengan Rois PW Nahdlatul Ulama Provinsi Jawa Barat, KH Abun Bunyamin. Kemudian dengan Ustad Tatang Kholiq, MS Syafi'i, KH Adang Badruddin Cipulus dan H Ahmad Kosim.

Raden Kosdara juga terlibat dalam pendirian sekolah di Wanayasa, yakni Pendidikan Guru Agama (PGA), yang kemudian saat ini menjadi Madrasah Tsanawiyah dan Madrasah Aliyah Wanayasa.

Saat ditelusuri, Raden Kosdara juga berkiprah luas dalam banyak peran seperti; Penceramah, Juri MTQ Kabupaten dan Kecamatan, Khotib, MUI Kecamatan Wanayasa.

Baca Juga: Inilah mantra yang diucapkan Lionel Messi saat final Piala Dunia 2022!

Silsilah Raden Kosdara diketahui hingga Kekek buyutnya, yaitu Raden Kosdara bin Raden Muhtar bin Raden Partakusuma bin Raden Raksakusuma.

Halaman:

Editor: Enjang Sugianto

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X