Sejarah Lahirnya ORI, Mata Uang Pertama Indonesia yang Mengubah Sejarah

photo author
Enjang Sugianto, Purwakarta Online
- Selasa, 29 Oktober 2024 | 08:41 WIB
Penjabat Gubernur Jawa Barat Bey Machmudin menghadiri acara "Roeang Kita" UMKM Festival sekaligus memperingati Hari Oeang Republik Indonesia (HORI) Ke -78 di Gedung Sate, Kota Bandung, Sabtu (26/10/2024). Acara tersebut diselenggarakan oleh Kementerian Keuangan Jawa Barat. (Istimewa)
Penjabat Gubernur Jawa Barat Bey Machmudin menghadiri acara "Roeang Kita" UMKM Festival sekaligus memperingati Hari Oeang Republik Indonesia (HORI) Ke -78 di Gedung Sate, Kota Bandung, Sabtu (26/10/2024). Acara tersebut diselenggarakan oleh Kementerian Keuangan Jawa Barat. (Istimewa)

PURWAKARTA ONLINE - Hari Uang Nasional pada 30 Oktober menjadi momen penting dalam sejarah keuangan Indonesia.

Tepat 77 tahun lalu, Oeang Republik Indonesia (ORI) pertama kali diedarkan.

Penerbitan uang ini menandai langkah besar Indonesia menuju kemerdekaan ekonomi, dengan memiliki mata uang sendiri sebagai simbol kedaulatan negara.

Mengapa ini penting? Sebelumnya, Indonesia menggunakan mata uang Jepang dan Belanda.

Baca Juga: Najwa Shihab Diserang di Media Sosial, Maudy Asmara Bela: Kritik Dinilai Tidak Berimbang

Sjafruddin Prawiranegara, Menteri Keuangan saat itu, mengusulkan agar Indonesia segera memiliki uang sendiri.

Namun, tantangan besar menghadang.

Belanda yang kembali ke Indonesia bahkan tetap menggunakan uang mereka untuk kebutuhan militer.

Pada 30 Oktober 1946, ORI resmi menjadi alat pembayaran sah setelah diumumkan oleh Mohammad Hatta melalui siaran radio.

Baca Juga: Elektabilitas Saepul Bahri Melesat, Peluang Anne-Budi Makin Tipis!

ORI menjadi solusi atas ketidakstabilan ekonomi yang dirasakan rakyat Indonesia pada masa itu.***

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Enjang Sugianto

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X