Ada 500 Suku, Bagaimana Indonesia Bisa Bersatu dalam Sebuah Negara?

photo author
- Sabtu, 10 Agustus 2024 | 08:15 WIB
Keberagaman Indonesia dan Semboyan Bhineka Tunggal Ika Semboyan (Yuli Andria)
Keberagaman Indonesia dan Semboyan Bhineka Tunggal Ika Semboyan (Yuli Andria)

Purwakarta Online - Indonesia, sebuah negara yang terkenal dengan semboyan "Bhinneka Tunggal Ika," merupakan rumah bagi lebih dari 500 suku dan subsuku bangsa yang memiliki kekayaan budaya dan bahasa tersendiri.

Keberagaman ini bukan hanya menjadi ciri khas, tetapi juga sebuah kekuatan yang menjadikan Indonesia unik di mata dunia.

Namun, di balik keindahan keberagaman ini, tersimpan tantangan besar dalam menjaga persatuan dan kebersamaan di tengah perbedaan yang ada.

Kepercayaan dan Budaya: Pilar Kebersamaan

Dalam kajiannya, mahasiswa pasca sarjana Universitas Pajajaran, Ira Indrawardana, melalui tulisannya 'Berketuhanan Dalam Perspektif Kepercayaan Sunda Wiwitan,' menjelaskan bahwa setiap suku bangsa di Indonesia memiliki kebebasan dalam menjalankan kebudayaannya.

Hal ini tidak terlepas dari aspek religius atau kepercayaan terhadap Tuhan yang diyakini oleh setiap suku.

Keberagaman ini melahirkan berbagai ekspresi budaya spiritual yang diiringi dengan ritual-ritual yang khas.

Baca Juga: Presidium Karawang Hudang Batalkan Aksi, Menjaga Kedamaian dari Isu Provokatif Banjir Darah!

Kepercayaan kepada Tuhan yang Maha Esa menjadi landasan bersama dalam sistem nilai kepercayaan bangsa Indonesia.

Meskipun memiliki berbagai cara dan bentuk dalam menyembah Tuhan, semua suku di Indonesia diikat oleh satu kesamaan—keyakinan kepada Tuhan Yang Maha Esa.

Inilah yang menjadikan Indonesia sebagai bangsa yang satu, meskipun terdiri dari berbagai suku dan budaya.

Tantangan Keberagaman: Menjaga Identitas di Tengah Globalisasi

Indonesia, dengan lebih dari 500 suku bangsa, menghadapi tantangan besar dalam menjaga identitas budaya masing-masing suku.

Setiap suku di Indonesia memiliki ciri-ciri budaya yang khas, yang sering kali dipertahankan dengan kuat oleh para pendukung etnisnya.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Enjang Sugianto

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X