PURWAKARTA ONLINE - Kiarapedes, 15 Agustus 2025. Kapolsek Kiarapedes, IPDA Nopian Pirmansyah, SH MH, memimpin koordinasi program Ketahanan Pangan dan rencana penanaman jagung hibrida di Kecamatan Kiarapedes, Kabupaten Purwakarta.
Kegiatan ini diterima langsung oleh Koordinator Penyuluh Pertanian BPP Kiarapedes, Nana Sumarna, SP, MP., serta dihadiri para penyuluh pertanian, Ketua KTNA Kecamatan Kiarapedes, Enjang Sugianto, dan perwakilan Kelompok Tani, termasuk Saepudin Ketua Poktan Barong Mulya Desa Pusakamulya.
Dalam kesempatan ini, juga dilakukan sosialisasi dari Kapolda Jawa Barat terkait pungli dan pemerasan.
Menanggapi hal tersebut, Kapolsek Nopian menegaskan bahwa meski banyak proposal muncul di momentum Agustusan, setiap pemaksaan harus segera dilaporkan ke Polsek atau Bhabinkamtibmas setempat.
"Kalau sampai ada pemaksaan, itu harus segera dilaporkan. Apalagi ada bukti video," ujar Nopian.
Selain itu, Kapolsek juga memberikan himbauan pencegahan aksi geng motor dan pengawasan anak-anak.
Orang tua diminta memantau aktivitas anak, termasuk smartphone dan histori browser, agar tidak mengakses konten terlarang seperti pornografi atau video tawuran.
"Komunikasi dengan anak harus ditingkatkan, jangan sampai abai," lanjut Nopian.
Kapolsek menambahkan, banyak orang tua memberi anak HP atau motor di bawah umur, padahal belum berusia 17 tahun dan belum memiliki SIM.
Sementara itu, Korluh Nana Sumarna memproyeksikan 15 hektar jagung hibrida dalam program ini.
Fokus utama berada di tiga desa dengan lahan tegalan luas, yaitu Desa Margaluyu, Taringgul Landeuh, dan Mekarjaya.
Sosialisasi khusus program ini juga akan digelar akhir Agustus, mengundang seluruh Kelompok Tani di Kecamatan Kiarapedes.
"Memang tiga desa tersebut luasannya sangat potensial untuk jagung hibrida," ujar Nana.
Nana menambahkan, meski tiga desa tersebut paling potensial, desa lain juga bisa ikut berpartisipasi dalam program penanaman jagung hibrida.***