Imago betina biasanya menyerang lebih luas dibanding jantan, dan meletakkan telur di batang atau tangkai daun.
2. Empoasca (Kutu Loncat Daun)
Empoasca spp., seperti Empoasca vitis, menyerang pucuk teh dan menyebabkan tepi daun menguning, menggulung, layu, dan tampak seperti terbakar (hopperburn).
Serangan berat dapat menurunkan hasil teh hingga 50 persen. Gejala ringan ditandai dengan klorosis, sedang dengan daun keriting, dan berat bila semua daun muda kering serta ditemukan banyak nimfa dan imago.
3. Ulat Penggulung Daun
Laspeyresia leucostoma atau ulat penggulung pucuk teh membuat daun menggulung dan melipat diri di dalamnya.
Larva kemudian memakan bagian dalam daun.
Serangan ulat ini mengganggu pertumbuhan tunas teh.
Pengendalian bisa dilakukan dengan pemetikan pucuk yang terinfeksi, pelepasan musuh alami seperti Apanteles, atau aplikasi insektisida yang terdaftar.
4. Cacar Daun (Exobasidium vexans)
Cacar daun disebabkan oleh cendawan Exobasidium vexans.
Penyakit ini sangat merugikan karena mampu menurunkan produksi pucuk basah hingga 50 persen.