Pemanfaatan lahan dan tenaga kerja keluarga
Alternatif lembaga perawatan yang lebih ramah dan alami
Tantangan:
Regulasi dan akreditasi lembaga pertanian sosial
Beban administratif dan audit dari lembaga asuransi
Perlunya pelatihan petani dalam keterampilan sosial dan terapi
5. Peluang Implementasi di Indonesia
Program peternakan lansia di desa sebagai terapi alamiah
Kolaborasi pesantren dan peternakan untuk pelatihan remaja putus sekolah
Pertanian kota berbasis komunitas untuk penyandang disabilitas mental
CSR dan dana desa sebagai sumber pembiayaan layanan sosial-pertanian
Kesimpulan
Green Care di Belanda menunjukkan bahwa pertanian dapat berperan aktif dalam sistem sosial modern, bukan hanya sebagai penghasil pangan, tetapi juga sebagai ruang pemulihan, terapi, dan penguatan komunitas. Di negara seperti Indonesia, pendekatan serupa bisa menjadi jawaban atas tantangan regenerasi petani, kemiskinan desa, dan layanan sosial yang minim.***
Referensi Utama
Hassink, J., & van Dijk, M. (2006). Farming for Health: Green-Care Farming across Europe and the United States of America. Springer.
Elings, M., & Hassink, J. (2008). Green care farming across Europe and the Netherlands. Tijdschrift voor Gezondheidswetenschappen, 86(5), 268–273.
Hine, R., Peacock, J., & Pretty, J. (2008). Care farming in the UK: Evidence and opportunities. University of Essex.
Artikel Terkait
5 OPT Serang Kebun Teh Barong Mulya Purwakarta, Helopeltis hingga Jamur Akar Bikin Petani Resah
Social Farming di Austria: Praktik Inklusif dalam Pertanian Keluarga untuk Pemberdayaan Sosial