Ia berharap ada pendampingan lebih lanjut dari pihak terkait agar petani bisa menghadapi gangguan hama dengan tepat.
“Terima kasih atas kehadiran tim POPT. Semoga ada solusi jangka panjang, bukan hanya pestisida, tapi juga edukasi bagi petani kami,” tutur Pian.
Kebun teh Barong Mulya sendiri merupakan salah satu lahan pertanian teh unggulan di wilayah Purwakarta yang dikelola secara kolektif oleh masyarakat.
Serangan OPT yang masif dikhawatirkan bisa berdampak pada stabilitas produksi dan penghidupan petani lokal.
Baca Juga: Festival Kopi Purwakarta 2025 Hadir Lagi! Koperasi Petani Diresmikan, Ada Workshop dan Diskusi Kopi
Dengan temuan ini, petani teh di Purwakarta, khususnya di Poktan Barong Mulya, diimbau untuk segera melakukan tindakan pengendalian agar serangan tidak semakin meluas.***
Artikel Terkait
Petani Indonesia Terdampak, PT Gudang Garam Hentikan Pembelian Tembakau dari Temanggung
Prabowo Subianto Temui Vladimir Putin, Bahas Kerja Sama BRICS di Sektor Pertanian dan Energi
Petani Purwakarta Siap Meriahkan HUT Bhayangkara 1 Juli 2025 di Monas Jakarta
Ketua KTNA Purwakarta: Polri Bersama Kita, Penyangga Ketahanan Pangan Nasional!
Petani Purwakarta Siap Meriahkan HUT Bhayangkara 2025, Didampingi Polres dan Dinas Terkait
Petani Purwakarta Dukung HUT Bhayangkara 2025, Latihan di Monas Diterjang Panas dan Hujan
Petani Ikut Parade HUT Bhayangkara 2025 di Monas, Kapolri dan Presiden Prabowo Dijadwalkan Hadir
Uji Kesabaran Pak Polisi! Petani Latihan Baris-Berbaris Jelang HUT Bhayangkara 2025 di Monas Jakarta
Manfaat Teh Hijau sebagai Anti Penuaan: Rahasia Awet Muda Berdasarkan Penelitian Ilmiah
Festival Kopi Purwakarta 2025 Hadir Lagi! Koperasi Petani Diresmikan, Ada Workshop dan Diskusi Kopi