- Tidak ada perbedaan signifikan tingkat kebuntingan, tetapi tren menunjukkan OP mencapai 90% vs IP 80% pada akhir pengamatan.
4. Kesimpulan
- Sistem semi-intensif dengan pemberian akses ke umbaran terbukti:
- Menurunkan stres fisiologis
- Meningkatkan aktivitas dan kesejahteraan domba
- Meningkatkan indikator hematologis imun positif
- Tidak mengurangi performa produksi, bahkan memberikan lingkar dada lebih besar
- Model ini sangat cocok diterapkan di wilayah tropis seperti Indonesia yang memiliki tantangan mikroklimat dan keterbatasan tenaga kerja.
5. Rekomendasi Strategis
- Adopsi luas sistem semi-intensif untuk peternak kecil dan pembibitan.
- Desain kandang umbaran standar dengan luas dan vegetasi sesuai kebutuhan ternak.
- Pelatihan peternak tentang kesejahteraan hewan dan manajemen perilaku.
- Penelitian lanjutan: efek sistem ini terhadap kualitas keturunan dan efisiensi ekonomi.***
Referensi Utama
- Maulana, Y. P., Ramdani, D., Indrijani, H., Yunasaf, U., & Mayasari, N. (2022). Physiological responses, performance, behaviour, and welfare of Garut sheep raised in semi-intensive system in Indonesia. Jurnal Ilmu Ternak dan Veteriner, 27(3), 130–141. https://doi.org/10.14334/jitv.v27i3.3068
Artikel Terkait
Strategi Pengembangan Peternakan yang Terpadu dan Berkelanjutan: Tinjauan Konseptual dari Perspektif FAO
Agriculture 4.0: Masa Depan Teknologi Pertanian di Era Krisis Pangan Global
Evaluasi Performa Induk Domba Lokal pada Sistem Semi Intensif di Kecamatan Pamanukan: Kajian Potensi Genetik dan Lingkungan