Purwakarta Online - Domba Garut merupakan komoditas ternak khas Jawa Barat yang potensial dikembangkan secara berkelanjutan. Penelitian oleh Maulana et al. (2022) membuktikan bahwa pemberian akses ke kandang umbaran (outdoor pen) dalam sistem semi-intensif berdampak signifikan terhadap penurunan stres fisiologis, peningkatan aktivitas perilaku, serta nilai kesejahteraan domba betina (induk). Meskipun pertambahan bobot harian tidak berbeda nyata, parameter hematologis dan indeks perilaku menunjukkan keunggulan signifikan pada domba yang memiliki akses umbaran. Sistem ini direkomendasikan sebagai pendekatan adaptif untuk iklim tropis dan kesejahteraan hewan.
1. Latar Belakang
Peternakan domba di Indonesia masih didominasi sistem intensif dengan ruang gerak terbatas dan padat karya. Hal ini berimplikasi pada kesejahteraan hewan yang rendah, stres kronis, serta tingginya kebutuhan tenaga kerja.
Sebaliknya, sistem semi-intensif—yang mengkombinasikan kandang dan area umbaran—telah terbukti lebih ramah hewan dan efisien tenaga kerja di negara maju. Kajian ini mengevaluasi pengaruh pemberian akses ke kandang umbaran terhadap respon fisiologis, performa produksi, perilaku, dan kesejahteraan induk domba Garut di iklim tropis Indonesia.
2. Desain Penelitian dan Metode
- Subjek: 20 ekor domba Garut betina umur 12 bulan (rataan BB 18,74 ± 2,53 kg)
- Lokasi: Teaching Farm Universitas Padjadjaran, Sumedang
Perlakuan:
- IP (Indoor Pen): dikandangkan penuh
- OP (Outdoor Pen): diberi akses 2 jam/hari ke umbaran
- Durasi: 138 hari
Parameter:
- Fisiologi: laju napas, detak jantung, suhu rektal
- Hematologi: RBC, Hb, Hematokrit, N/L ratio
Artikel Terkait
Strategi Pengembangan Peternakan yang Terpadu dan Berkelanjutan: Tinjauan Konseptual dari Perspektif FAO
Agriculture 4.0: Masa Depan Teknologi Pertanian di Era Krisis Pangan Global
Evaluasi Performa Induk Domba Lokal pada Sistem Semi Intensif di Kecamatan Pamanukan: Kajian Potensi Genetik dan Lingkungan