Menjadi aset ekonomi rumah tangga yang dapat diuangkan saat darurat.
Berperan dalam budaya dan status sosial masyarakat agraris.
Sistem campuran (mixed farming) terbukti lebih seimbang secara lingkungan dan ekonomi dibanding sistem landless atau industri.
Pendekatan FAO dalam Perencanaan: Diagnosis–Preskripsi–Prognosis
FAO mengusulkan pendekatan tiga tahap:
Diagnosis - Evaluasi potensi dan kendala subsektor peternakan: jenis ternak, sumber daya, metode produksi, akses pasar, kelembagaan, dan kondisi makroekonomi.
Preskripsi - Formulasi program dan kebijakan yang adaptif terhadap kondisi lokal, mencakup intervensi teknis (pakan, kesehatan, genetika), reformasi kelembagaan, dan pembangunan infrastruktur.
Prognosis - Simulasi skenario “dengan dan tanpa” intervensi untuk menilai dampak ekonomi, sosial, dan lingkungan dari berbagai opsi kebijakan, serta memastikan kesesuaian dengan tujuan nasional.
Implikasi Lingkungan dan Strategi Global FAO
FAO juga menekankan pentingnya keseimbangan antara produksi dan keberlanjutan lingkungan. Kajian global FAO mengidentifikasi:
- Sistem campuran cenderung paling menguntungkan secara ekologis.
- Sistem industri menghadapi tantangan limbah dan penggunaan sumber daya intensif.
- Sistem pastoral relatif seimbang, namun rentan terhadap tekanan populasi dan perubahan iklim.
- Rendahnya efisiensi konversi pakan dan degradasi lahan penggembalaan menjadi isu besar di negara berkembang, yang hanya bisa diatasi melalui integrasi kebijakan dan teknologi lokal.
Kesimpulan
Artikel Terkait
Menilai Sistem Pendukung Keputusan untuk Peternakan Berkelanjutan: Sebuah Pendekatan Holistik
Menakar Peran Subsektor Peternakan dalam Perekonomian Jawa Barat: Review Data 2020–2023
Koperasi Giri Pusaka Purwakarta, Fokus Pertanian Kopi dan Wisata Hutan