Ancaman Sanksi Berat Bagi Pemain dan Wasit
Selain mengecam tindakan kekerasan yang dilakukan pemain, PSSI juga mengingatkan adanya sanksi berat bagi wasit atau pihak-pihak yang terlibat jika terbukti melakukan pengaturan skor.
Bahkan, sanksi larangan seumur hidup bisa dijatuhkan kepada mereka yang terlibat dalam skandal tersebut.
"Ini adalah tindakan kriminal yang punya konsekuensi hukum. Skandal soal keputusan wasit juga akan diinvestigasi jika terbukti diatur oleh oknum tertentu," tambah Erick.
Baca Juga: Bojan Hodak Belum Puas Meski PERSIB Menang 2-1 atas PSIS Semarang di Liga 1 2024/2025
PSSI menegaskan bahwa sepak bola Indonesia harus bebas dari praktik-praktik tidak sportif, termasuk pengaturan skor dan kekerasan di lapangan.
Erick Thohir juga menegaskan bahwa hukuman yang diberikan bukan hanya bentuk sanksi, tetapi juga pernyataan tegas bahwa sepak bola Indonesia tidak mentolerir pelanggaran terhadap prinsip fair play.
Dengan adanya kejadian ini, PSSI berharap bisa menjaga marwah sepak bola nasional dan memastikan peristiwa serupa tidak terulang di masa depan.***
Artikel Terkait
PERSIB Bandung Kalahkan PSIS Semarang 2-1, Edo Febriansah Syukuri Tiga Poin Berharga
PERSIB Bandung Kalahkan PSIS Semarang 2-1, Edo Febriansah Syukuri Tiga Poin Berharga
Zaenx: Hajat Tani Kopi, Gebrakan Besar untuk Petani Desa Pusakamulya
Viral!! Aksi Pemukulan Wasit di PON XXI Aceh-Sumut 2024, Sulteng Mundur dari Pertandingan Sepak Bola Putra
Viral!! Insiden pemukulan wasit terjadi di PON XXI 2024 saat laga Sulteng vs Aceh, memicu kontroversi dan reaksi publik. Wasit di PON XXI: Pemain Sulteng Serang Wasit Saat Laga Melawan Aceh
Viral!! Wasit Kena Pukul Pemain, Laga Sulteng vs Aceh di PON XXI Berakhir Rusuh!
Ending Drakor Queen Woo Menggantung, Para Penonton Jadi Semakin Penasaran. Apakah Ada Season 2?
Penonton Kecewa! Ending Drakor Queen Woo Dianggap Menggantung, Pecinta Drakor Nantikan Season 2
Viral! Begini Haru Biru Hingga Adegan Panas Drakor Queen Woo, Punculkan Season 2
Hadjat Tani Kopi di Wisata Ujung Aspal, Pasir Langlang Panyawangan, Purwakarta: Kolaborasi Perhutani untuk Pemberdayaan Lahan Kopi