PURWAKARTA ONLINE - Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) Kabupaten Purwakarta gelar Mimbar Sarasehan.
Dilaksanakan di Wisata Pasir Langlang Panyawangan atau yang biasa disebut Ujung Aspal Purwakarta.
Diikuti oleh 100 petani dari 17 Kecamatan yang ada di Kabupaten Purwakarta, pagi ini (Rabu, 27/7/2022).
Mimbar Sarasehan KTNA Kabupaten Purwakarta ini menjadi ajang komunikasi antara petani dengan Pemerintah Kabupaten Purwakarta.
Baca Juga: Ketua KTNA Purwakarta: Petani muda seperti Boti ini sangat berharga!
Pemerintah Kabupaten menghadirkan dinas-dinas terkait, seperti Dinas Pangan dan Pertanian, Dinas Perikanan dan Peternakan, serta Dinas PMD.
Kepala Dinas Pertanian Purwakarta Sri Jaya Midan dalam sambutannya Mewakili Bupati Purwakarta Ambu Anne Ratna Mustika, SE., sekaligus membuka acara Mimbar Sarasehan KTNA Kabupaten Purwakarta.
Kadis Pertanian membahas banyak program dan masalah yang kerap dihadapi petani akhir-akhir ini.
Baca Juga: 102 Daftar Pinjaman Online Fintech berizin resmi OJK 2022
Mulai dari masalah pupuk hingga asuransi tani. Khusus mengenai asuransi tani (AUTP), Sri Jaya Midan mengatakan di wilayah Kabupaten Purwakarta baru sekitar 2000 Hektar yang sudah dilindungi asuransi.
"AUTP baru 2000 hektar, kedepan semua harus dibantu dengan asuransi (AUTP)," ujar Sri Jaya Midan.
Dalam Mimbar Sarasehan KTNA Kabupaten Purwakarta ini, petani muda menjadi perhatian besar.
Terutama Boti, yang merupakan Petani Muda yang paling berpengaruh di Kecamatan Kiarapedes dan Kecamatan sekitarnya.
Baca Juga: Laptop Gaming Paling Powerful, ROG Zephyrus G14 (2022)
Boti yang memiliki nama asli Ananda Dwi Septian menjadi 'buah bibir' dalam Mimbar Sarasehan sebagai petani muda yang berhasil membina banyak petani muda baru.