Kapolres Purwakarta AKBP I Dewa Putu Anom Danujaya menjelaskan, Ade menagih upah Rp500 ribu, namun Dea tidak menanggapi.
Sakit hati, Ade mengambil palu dan memukul belakang kepala Dea.
Pukulan pertama tak membuat korban pingsan.
Ade kembali menghantam berkali-kali hingga Dea tak berdaya.
Setelah memastikan korban meninggal, Ade membuang ponsel korban di bawah Jembatan Cinangka dan barang lain di drainase Waduk Jatiluhur.
Detik-Detik Penemuan
Tetangga korban, Salbiah, melihat Dea masih sehat pagi itu.
Sekitar pukul 13.00 WIB, Ade berlari keluar rumah sambil berteriak, “Ibu-ibu, Bu Dea dibunuh!”
Baca Juga: Pertanian Indonesia Masih Kuat? Pak Mentan Amran Sulaiman Sepertinya Lagi Optimis
Warga yang mencoba masuk melihat jejak darah di pintu dapur dan tak berani melanjutkan.
Polisi tiba dan melakukan olah TKP.
Jenazah dibawa ke RS Sartika Asih, Bandung, untuk autopsi.
Dalam waktu kurang dari 24 jam, Ade Mulyana ditangkap di lokasi kejadian.
Baca Juga: Good Morning Agustus! Pagi Cerah Menuju Pribadi yang Terarah