“Desa wisata tak hanya soal pemandangan, tapi bagaimana masyarakat bisa menjadi 'pemandu' yang ramah dan komunikatif,” jelas Bahar, sang ketua kelompok.
Ia melanjutkan, “Harapan kami, dengan pelatihan ini, kualitas pelayanan wisata di Parakanceuri meningkat dan memberi dampak ekonomi nyata.”
Desa Wisata: Potensi dan Masa Depan
Kampung Parakanceuri menjadi fokus program pengembangan desa wisata. Dengan alam yang memesona dan masyarakat yang aktif, desa ini memenuhi unsur 3A:
- Atraksi: Alam dan budaya lokal.
- Aksesibilitas: Mudah dijangkau dari jalan alternatif provinsi.
- Amenitas: Fasilitas homestay, kuliner, dan atraksi edukatif.
Desa wisata kini menjadi jawaban pariwisata yang ramah lingkungan dan berbasis masyarakat. Potensinya besar, dampaknya luas. Dan Mahasiswa STAI Al-Badar Cipulus telah menunjukkan langkah awal yang konkret.
KKN tak selamanya meresahkan. Jika dijalankan dengan semangat pengabdian dan strategi pemberdayaan seperti yang dilakukan Mahasiswa STAI Al-Badar Cipulus di Desa Pusakamulya, maka KKN justru menjadi harapan baru bagi masyarakat desa.
Mereka bukan sekadar datang dan pergi. Mereka menanamkan nilai, memberikan bekal, dan meninggalkan jejak manfaat.***
PURWAKARTA ONLINE mencatat, inilah contoh nyata KKN yang sangat bermanfaat bagi masyarakat.