Diskusi Penuh Keakraban
Diskusi berlangsung dengan suasana akrab namun tetap serius.
Kritik, evaluasi, dan masukan silih berganti disampaikan oleh peserta.
Beberapa kali terjadi perdebatan, namun semua berjalan dengan lancar dan konstruktif.
Kades Nunung mencatat beberapa poin penting yang akan dibahas lebih lanjut dalam Musyawarah Desa (Musdes) sebagai bagian dari tahapan perencanaan pembangunan desa tahun 2025.
Pendamping Lokal Desa (PLD), Enjang Sugianto, memberikan apresiasi terhadap acara ini.
Ia menyebut bahwa komunikasi seperti ini sangat baik untuk meningkatkan partisipasi masyarakat dalam pembangunan desa.
“Beberapa peserta diskusi adalah pengurus LKD (Lembaga Kemasyarakatan Desa). Dengan Bu Kades ikut diskusi, kebijakan akan semakin terarah, juga dapat merangsang partisipasi masyarakat,” kata Enjang.
Baca Juga: Perjuangan Ibu Demi Anak Penderita Von Willebrand, 700 KM Bermotor ke Purwakarta!
Masukan dari Hasan Sidik
Hasan Sidik, tokoh HMI Purwakarta yang dikenal memiliki pengalaman panjang di dunia aktivisme, menjadi salah satu peserta yang paling banyak memberikan masukan.
Dengan latar belakangnya yang kaya, Hasan membahas berbagai permasalahan yang tengah dihadapi oleh pemerintah dan masyarakat Desa Pusakamulya.
Ia juga memberikan solusi yang relevan dan aplikatif. Hasan memang bukan tokoh sembarangan.
Sejak awal 2000-an, ia telah ditempa oleh para mentor HMI Purwakarta yang ternama, seperti Dedi Mulyadi (Gubernur Terpilih Jawa Barat) dan Saepul Bahri Binzein (Bupati Terpilih Purwakarta).