Acara hajatan tani kopi ini dimeriahkan oleh berbagai kegiatan, mulai dari pertunjukan seni budaya Sunda, hingga diskusi seputar kopi.
Dalam diskusi tersebut, para petani diberikan kesempatan untuk berbagi pengalaman dan menyampaikan keluh kesah mereka, terutama terkait pengembangan kopi lokal.
Tidak ketinggalan, para pengunjung juga disuguhi kopi gratis, yang menambah keseruan acara.
Produk kopi unggulan yang dipamerkan pada hajatan ini antara lain kopi Arabika dengan brand seperti Newkarta dan Pusaka Kopi.
Kopi Arabika dari wilayah Burangrang menjadi fokus utama, dengan kualitas yang sudah diakui baik secara lokal maupun luar daerah.
Baca Juga: Pemilihan Trans Queen Gorontalo Ditolak Masyarakat!
Tantangan dan Harapan Petani Kopi
Ketua panitia, Aliansah mengungkapkan bahwa "acara ini menjadi salah satu momentum besar untuk mempromosikan kopi lokal.
Namun, tantangan terbesar yang dihadapi adalah soal pembiayaan acara, terutama terkait konsumsi dan kebutuhan logistik lainnya.
Meski demikian, kolaborasi yang kuat antara petani, pemuda, dan stakeholder berhasil menyukseskan acara ini."ujar nya.
Harapan ke depannya, acara hajatan tani kopi ini dapat menjadi agenda tahunan yang didukung penuh oleh dinas terkait dan stakeholder lainnya.
Baca Juga: Pemilihan Trans Queen Gorontalo Ditolak Masyarakat!
Selain untuk memperkenalkan kopi Purwakarta, acara ini juga diharapkan dapat menjadi sarana edukasi bagi para petani, sehingga industri kopi di Purwakarta terus berkembang dan memberikan kesejahteraan bagi masyarakat setempat.
Dengan adanya hajatan tani kopi ini, semoga kopi Purwakarta, khususnya kopi dari Desa Pusakamulya, semakin dikenal luas dan menjadi salah satu komoditas unggulan daerah.***