Bencana Sudah Terjadi Beberapa Kali
BPBD mencatat, pergerakan tanah di wilayah ini bukan kali pertama terjadi.
Aktivitas pergerakan tanah sudah terdeteksi sejak April 2025, dan sempat terjadi pada 23 April, 19 Mei, hingga akhirnya puncaknya pada 11 Juni 2025 malam.
"Pergerakan tanah kali ini yang paling parah. Jalan rusak, rumah ambruk total, tapi alhamdulillah tidak ada korban jiwa," ujar Erlan.
Warga Butuh Bantuan Mendesak
Hingga saat ini, proses evakuasi dan pendataan masih terus dilakukan.
Warga terdampak sangat membutuhkan bantuan logistik, tempat tinggal sementara, dan pendampingan psikologis.
Warga berharap adanya perhatian cepat dari pemerintah daerah maupun pusat untuk membantu pemulihan pascabencana.***
Artikel Terkait
Rumah Ambruk dalam Sekejap, Ini Kesaksian Warga Terdampak Pergerakan Tanah di Purwakarta